Carina Lau Buka Suara: Rahasia 38 Tahun Bersama Tony Leung Bukan Sekadar Cinta
Baca dalam 60 detik
- Aktris Hong Kong Carina Lau mengungkap bahwa kunci hubungan 38 tahun dengan Tony Leung adalah saling menghargai dan menerima kekurangan masing-masing.
- Lau mengaku dirinya keras kepala dan cepat marah, namun Leung telah belajar hidup dengan sifat tersebut selama puluhan tahun.
- Meski sudah lama bersama, pasangan ini tetap menjaga romantisme melalui gestur sederhana seperti berpegangan tangan dan menghabiskan waktu bersama.

Carina Lau, aktris kenamaan Hong Kong yang telah menjalin hubungan dengan Tony Leung selama 38 tahun, akhirnya membuka tabir rahasia di balik keharmonisan rumah tangganya. Dalam wawancara terbaru di program The Do Show bersama Carol Cheng, Lau menegaskan bahwa cinta saja tidak cukupโyang dibutuhkan adalah penghargaan timbal balik dan penerimaan atas segala kekurangan pasangan.
Lau, yang kini berusia 60 tahun, mengakui bahwa dirinya memiliki sifat keras kepala dan cepat marah. Namun, Leung, yang akan genap 64 tahun pada 27 Juni, telah belajar untuk hidup dengan sifat-sifat tersebut. "Uang dan ketenaran bisa dilepaskan, tapi cinta jauh lebih sulit untuk ditinggalkan," ujarnya, seperti dikutip dari dimsumdaily.hk.
Meski mengagumi suaminya, Lau dengan canda mengungkapkan bahwa Leung semakin bergantung padanya dalam urusan sehari-hari. Mulai dari mengurus rumah tangga hingga berkomunikasi dengan asisten rumah tangga, Lau mengaku kini memegang kendali penuh atas tanggung jawab praktis di rumah. Ia bahkan menceritakan momen lucu saat bola lampu putus, Leung justru meneleponnya untuk minta bantuan alih-alih memperbaikinya sendiri.
Namun, di balik dinamika tersebut, Lau menegaskan bahwa hubungan mereka telah berkembang menjadi ikatan yang lebih tenang dan instingtif. Setelah puluhan tahun bersama, kata-kata sering kali tidak lagi diperlukan. "Pernikahan kami adalah sesuatu yang diperoleh melalui tahun-tahun kesabaran dan ketekunan," katanya. Romantisme, menurut Lau, tidak pernah pudar. Pasangan ini masih menikmati gestur kasih sayang sederhana seperti berpegangan tangan dan menghabiskan waktu bersama.
Lau juga memuji dedikasi Leung terhadap aktingnya. Untuk film terbarunya, Silent Friend, Leung bekerja keras memperbaiki kemampuan bahasa Inggrisnya sambil membangun karakter sebagai seorang profesor. "Bahkan jika aku bukan istrinya, aku akan tetap menghormatinya sebagai seorang aktor," puji Lau.
Bagi publik Indonesia, kisah Lau dan Leung menjadi pengingat bahwa hubungan jangka panjang bukanlah tanpa pengorbanan. Di tengah budaya populer yang sering menampilkan romantisme instan, perjalanan 38 tahun pasangan ini menawarkan perspektif berbeda: cinta sejati adalah hasil dari kompromi, penyesuaian, dan penerimaan yang terus-menerus. Pertanyaannya, mampukah generasi muda Indonesia meniru ketahanan semacam ini di era serba cepat?



