Morgan Stanley Ajukan ETF Ethereum dengan Biaya Terendah, ETH Terbang 2%
Baca dalam 60 detik
- Morgan Stanley mengajukan amandemen S-1 untuk spot Ethereum Trust dengan biaya sponsor 0,14%, yang jika disetujui akan menjadi yang termurah di antara produk serupa di AS.
- Harga Ethereum naik sekitar 2% ke $1.754,66, didorong oleh optimisme institusional dan volume perdagangan yang melonjak 65%.
- Katalis utama berikutnya adalah keputusan SEC atas aplikasi ETF spot Ethereum; level kunci $1.777 menjadi penentu momentum bullish.

Harga Ethereum (ETH) melonjak sekitar 2% ke level $1.754,66 pada awal pekan ini, mengungguli pemulihan pasar kripto secara umum, setelah Morgan Stanley mengajukan amandemen kedua untuk dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis Ethereum dengan biaya sponsor yang sangat rendah.
Langkah raksasa investasi Wall Street itu langsung disambut positif oleh pasar. Volume perdagangan ETH tercatat melonjak 65% dalam sehari, dengan nilai transaksi mencapai $13,41 miliar dan kapitalisasi pasar bertambah menjadi $210 miliar. Amandemen S-1 untuk Morgan Stanley Ethereum Trust (MSSE) mengungkapkan rencana biaya tahunan sebesar 0,14%โangka yang menekan seluruh pesaing yang sudah ada di Amerika Serikat.
Pengajuan amandemen kedua ini biasanya menandakan bahwa proses review oleh Securities and Exchange Commission (SEC) sudah di depan mata. Bagi pelaku pasar, ini adalah sinyal kuat bahwa akses institusional yang teregulasi terhadap Ethereum semakin dekat. Jika disetujui, biaya 0,14% akan menjadi yang terendah di antara ETF Ethereum dan Solana di AS, mengalahkan Grayscale Mini Ethereum Trust (0,15%), Franklin Templeton Solana ETF (0,19%), Bitwise Solana Staking ETF (0,20%), dan BlackRock iShares Ethereum Trust (0,25%).
Katalis lain yang turut mendorong ETH adalah meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, yang membuat harga minyak mentah turun 5% dan meredakan kekhawatiran inflasi. Kondisi makro yang membaik ini mendorong pergeseran risk-on di pasar keuangan, termasuk aset kripto. Data on-chain juga menunjukkan akumulasi oleh seorang whale senilai $14,4 juta dalam ETH, menandakan keyakinan pembelian dari pemegang besar.
Dari sisi teknikal, pergerakan ETH saat ini masih berada dalam fase konsolidasi yang lebih luas. Level Fibonacci retracement 50% di $1.739 menjadi support krusial. Jika level itu bertahan, peluang untuk menguji ulang swing high di $1.777 terbuka lebar. Sebaliknya, kegagalan menjaga $1.739 bisa memicu koreksi menuju support yang lebih kuat di $1.702. Para analis menilai bahwa penutupan harian di atas $1.777 akan mengonfirmasi momentum breakout yang lebih solid.
Bagi investor Indonesia, perkembangan ini patut dicermati karena ETF spot Ethereum yang resmi akan membuka jalur investasi institusional yang lebih likuid dan teregulasi. Meski pasar kripto domestik masih menunggu kerangka regulasi yang jelas dari OJK dan Bappebti, langkah Morgan Stanley menjadi indikator bahwa adopsi aset digital oleh institusi keuangan global semakin matang. Jika SEC memberikan lampu hijau, bukan tidak mungkin minat investor ritel dan institusi di Indonesia terhadap Ethereum akan meningkat, terutama sebagai alternatif diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian nilai tukar rupiah.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada keputusan SEC atas aplikasi Morgan Stanley dan ETF spot Ethereum lainnya. Apakah regulator AS akan menyetujui produk dengan biaya serendah itu? Jika iya, persaingan biaya di antara penerbit ETF bisa semakin ketat, menguntungkan investor akhir. Namun, jika terjadi penundaan, harga ETH berpotensi kembali tertekan dalam jangka pendek.



