Bursa Kiper Memanas: Aston Villa dan Leeds United Berebut Zion Suzuki
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa dikabarkan telah menghubungi perantara untuk merekrut kiper Jepang Zion Suzuki dari Parma.
- Parma berharap muncul perang tawar-menawar antara Aston Villa dan Leeds United demi mendapatkan harga jual optimal.
- Kiper berusia 23 tahun itu memiliki klausul rilis โฌ40 juta dan kontrak hingga 2029, memperkuat posisi tawar Parma.

Persaingan merekrut kiper muda Jepang, Zion Suzuki, kian memanas setelah Aston Villa dikabarkan mulai menjalin komunikasi dengan perantara sang pemain. Namun, Parma sebagai klub pemilik justru berharap muncul perang tawar-menawar antara Aston Villa dan Leeds United demi mendapatkan nilai transfer setinggi mungkin.
Suzuki, yang baru berusia 23 tahun, mencuri perhatian di Serie A musim ini setelah tampil gemilang membawa Parma finis di papan tengah. Penampilannya di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Jepang juga menjadi sorotan, membuat sejumlah klub Premier League kepincut. Aston Villa disebut-sebut melihat Suzuki sebagai penerus ideal Emiliano Martinez, yang santer dikaitkan dengan kepindahan ke Juventus.
Menurut laporan teamTALK, Aston Villa telah meningkatkan intensitas perburuan dengan menghubungi perantara, namun belum mengajukan proposal resmi ke Parma. Di sisi lain, Leeds United juga memasukkan nama Suzuki dalam daftar incaran mereka. Situasi ini dimanfaatkan Parma untuk memicu perang penawaran antara dua klub Inggris tersebut.
Parma berada dalam posisi tawar yang kuat berkat klausul rilis sebesar โฌ40 juta yang melekat pada kontrak Suzuki. Klub Serie A itu hanya perlu menunggu tawaran tertinggi, mengingat Suzuki masih terikat kontrak jangka panjang. Nilai jual Suzuki pun diprediksi melonjak drastis dari harga belinya yang hanya โฌ8,2 juta dua tahun lalu.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan Suzuki menjadi menarik karena menunjukkan bagaimana kiper Asia kini mulai dilirik klub-klub top Eropa. Sebelumnya, kiper Jepang seperti Eiji Kawashima dan Shuichi Gonda juga pernah berkarier di Eropa, namun Suzuki memiliki potensi lebih besar karena usianya yang masih muda dan pengalaman di Serie A. Jika Suzuki akhirnya pindah ke Premier League, ia akan menjadi kiper Jepang pertama yang bermain di liga tersebut, membuka peluang bagi pemain Asia lainnya.
Namun, perjalanan Suzuki tidak sepenuhnya mulus. Ia sempat mengalami cedera patah tulang tangan yang membuatnya absen selama tiga bulan pada musim ini. Meski demikian, performanya setelah pulih kembali solid, membuktikan ketangguhan mental dan fisiknya. Aston Villa dan Leeds United tentu mempertimbangkan faktor ini sebelum menggelontorkan dana besar.
Dengan bursa transfer musim panas yang masih panjang, pertanyaan besarnya adalah: akankah Parma berhasil memicu perang penawaran hingga mencapai angka klausul rilis? Atau justru Suzuki akan bertahan di Italia untuk musim depan? Keputusan akhir ada di tangan klub dan sang pemain.



