Juventus Gelar Pertemuan dengan Agen Kessié: Peluang Balik ke Serie A Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Juventus dijadwalkan bertemu agen Franck Kessié pekan ini untuk membahas potensi transfer gratis pemain asal Pantai Gading tersebut.
- Kessié menolak perpanjangan kontrak di Al-Ahli dengan gaji €12 juta per tahun, mengindikasikan keinginan kuat kembali ke Italia.
- Kesepakatan dengan Juventus atau klub Serie A lain mensyaratkan pemotongan gaji signifikan bagi sang gelandang.

Juventus kembali membuka peluang mendatangkan Franck Kessié secara gratis pada bursa transfer musim panas ini. Rencana pertemuan antara petinggi klub dengan agen pemain asal Pantai Gading itu dijadwalkan berlangsung di Milan dalam beberapa hari ke depan, seperti dilaporkan Tuttosport.
Kessié, yang pernah membela AC Milan dan Atalanta, saat ini memperkuat Al-Ahli di Arab Saudi. Kontraknya akan berakhir pada akhir bulan ini, dan ia dikabarkan menolak tawaran perpanjangan dengan nilai €12 juta per tahun selama dua musim. Penolakan ini menjadi sinyal kuat bahwa sang pemain berniat meninggalkan Liga Pro Saudi dan kembali ke Serie A.
Ketertarikan Juventus terhadap Kessié bukanlah hal baru. Pada Januari lalu, Bianconeri sempat melakukan pendekatan kepada agennya, namun Al-Ahli saat itu menolak melepas pemain berusia 29 tahun tersebut. Kini, dengan status bebas transfer, peluang Juventus untuk mengamankan jasanya semakin terbuka lebar. Direktur anyar Juventus, Giovanni Carnevali, disebut turut mendukung langkah ini.
Meski demikian, hambatan finansial masih menjadi tantangan utama. Gaji Kessié di Al-Ahli tergolong tinggi untuk standar klub Italia. Juventus, yang tengah melakukan efisiensi anggaran, harus meyakinkan sang pemain untuk menerima pemotongan gaji signifikan. Hal serupa juga berlaku jika Kessié memilih bergabung dengan klub Serie A lain yang dikabarkan juga menjalin komunikasi dengan agennya.
Kessié sebelumnya secara terbuka menyatakan siap kembali ke Italia. Pengalamannya di Serie A, termasuk saat menjadi andalan AC Milan meraih scudetto 2021-2022, membuatnya menjadi aset berharga. Gaya bermainnya yang kuat secara fisik dan kemampuan membaca permainan diyakini cocok dengan kebutuhan lini tengah Juventus yang tengah direstrukturisasi.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan Kessié menarik diamati karena menunjukkan bagaimana pemain top Afrika memilih karier di Eropa ketimbang tawaran finansial dari Timur Tengah. Keputusan Kessié bisa menjadi preseden bagi pemain lain yang dihadapkan pada pilihan serupa. Selain itu, jika Kessié kembali ke Serie A, hal itu akan meningkatkan daya saing liga yang kerap menjadi acuan bagi penggemar sepak bola Tanah Air.
Pertemuan pekan ini akan menjadi penentu awal apakah Kessié bersedia menyesuaikan ekspektasi gajinya. Juventus sendiri tengah dalam masa transisi di bawah arahan pelatih anyar dan direktur olahraga baru. Kehadiran pemain sekaliber Kessié bisa menjadi fondasi penting untuk membangun kembali skuad yang kompetitif.
Apakah Kessié akan memilih Juventus atau klub Serie A lainnya? Atau justru mengejutkan dengan bertahan di Timur Tengah? Jawabannya akan mulai terlihat dalam waktu dekat.



