Bergomi Sesali Keputusan Palestra ke Chelsea: Inter Kehilangan ‘Hakimi Baru’
Baca dalam 60 detik
- Legenda Inter Beppe Bergomi menilai Marco Palestra seharusnya bergabung dengan Nerazzurri, bukan Chelsea, karena skema 3-5-2 Chivu sangat cocok untuknya.
- Palestra memilih Chelsea dengan nilai transfer hingga €60 juta dan gaji dua kali lipat, meski Inter adalah juara bertahan Serie A dan akan bermain di Liga Champions.
- Bergomi khawatir perkembangan Palestra terhambat di Premier League jika hanya menjadi cadangan Reece James, namun tetap optimistis Inter bisa mencari solusi lain.

Legenda Inter Milan, Beppe Bergomi, menyesalkan keputusan Marco Palestra yang memilih bergabung dengan Chelsea ketimbang Nerazzurri. Menurutnya, pemain sayap berusia 21 tahun itu bakal menjadi ‘Hakimi baru’ jika berseragam biru-hitam, namun kini harus beradu nasib di Stamford Bridge dengan risiko menit bermain yang terbatas.
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Bergomi mengaku mengikuti seluruh saga transfer Palestra. Ia memahami kebanggaan seorang pemain muda bermain di liga kompetitif seperti Premier League, namun tetap yakin Inter adalah destinasi ideal. “Inter bisa memiliki Hakimi lain, pemain dengan kecepatan dan teknik brilian, setelah melepas Dumfries yang lebih mengandalkan fisik,” ujarnya.
Palestra dilaporkan akan meneken kontrak lima hingga enam tahun dengan Chelsea senilai €5-6 juta per musim, dengan total biaya transfer mencapai €60 juta. Angka itu jauh di atas tawaran Inter yang hanya menyiapkan €50 juta. Padahal, Nerazzurri menjadikannya prioritas untuk menggantikan Denzel Dumfries yang hengkang ke Real Madrid.
Bergomi menolak anggapan bahwa uang menjadi faktor utama. “Pada usia ini, uang seharusnya bukan penentu. Pemain muda ingin mengukur diri di liga baru, mencoba tantangan,” katanya. Namun ia mengakui gaji di Chelsea dua kali lipat dari yang ditawarkan Inter. Meski begitu, ia enggan berpikir bahwa keputusan Palestra semata-mata soal finansial.
Kekhawatiran lain adalah perkembangan Palestra yang bisa stagnan di Premier League, terutama jika hanya menjadi pelapis Reece James di pos bek kanan. Bergomi berharap Palestra mendapat tempat inti dan kontinuitas bermain, meski tak mudah beradaptasi di liga sekelas Inggris. “Bermain adalah fundamental, juga untuk tim nasional,” tegasnya. Ia mencontohkan Retegui, Calafiori, Tonali, dan Donnarumma yang sukses di luar negeri tanpa kehilangan tempat di Azzurri.
Bagi Inter, kegagalan mendapatkan Palestra menjadi pukulan telak. Bergomi menyarankan agar Inter tidak panik dan tetap mencari solusi. Ia menyebut Oumar Solet cocok untuk skema Chivu, dan Jones di lini tengah. “Ingat, Inter merekrut Akanji pada hari terakhir bursa musim panas lalu,” ujarnya mengingatkan.
Keputusan Palestra juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Italia: daya saing finansial Serie A masih kalah jauh dari Premier League. Meski Inter adalah raja Italia, godaan gaji dan gengsi liga Inggris tetap sulit ditolak. Pertanyaannya, akankah Inter mampu menemukan pengganti sepadan di bursa transfer yang tersisa?



