Ripple Rekrut Spesialis AI, XRP Terbang ke $1,15
Baca dalam 60 detik
- Harga XRP naik 1% ke $1,15 seiring Ripple membuka lowongan insinyur AI untuk sistem pembayaran otonom.
- Volume perdagangan XRP melonjak 58% menjadi $1,3 miliar, mengindikasikan partisipasi investor yang kuat.
- Pembaruan XRPL 3.2.0 memungkinkan agen AI bertransaksi mandiri, membuka peluang baru bagi adopsi kripto di Indonesia.

Harga XRP mencatat kenaikan tipis 1% ke level $1,15 pada Senin (10/3), seiring langkah Ripple membuka perekrutan insinyur kecerdasan buatan generatif untuk mengembangkan sistem pembayaran otonom. Pergerakan ini terjadi di tengah rebound pasar kripto yang lebih luas, dengan kapitalisasi pasar XRP bertahan di kisaran $71,62 miliar.
Volume perdagangan harian XRP melonjak 58% menjadi $1,3 miliar, menandakan minat investor yang kembali menguat. Analis pasar menilai kenaikan ini lebih merupakan efek ikut-ikutan terhadap sentimen positif pasar secara umum ketimbang katalis spesifik dari XRP itu sendiri. Bitcoin yang naik 1,53% turut mendorong kapitalisasi pasar kripto global menguat 1,45%.
Secara teknikal, XRP saat ini berada dalam fase konsolidasi di rentang $1,10 hingga $1,20. Level support $1,10 menjadi kunci; jika bertahan, peluang menuju resistance $1,20 terbuka. Sebaliknya, tembus di bawah $1,10 berpotensi memicu koreksi menuju $1,05. Para analis mengingatkan bahwa pergerakan Bitcoin di atas $65.000 akan menjadi penentu arah bagi seluruh altcoin, termasuk XRP.
Di balik pergerakan harga, Ripple tengah gencar memperkuat divisi kecerdasan buatannya. Perusahaan membuka lowongan untuk posisi Staff Software Engineer yang bertugas merancang dan menerapkan sistem AI agen produksi. Fokus utamanya adalah mengembangkan kerangka orkestrasi multi-agen dan kontrol keamanan untuk memastikan transaksi otomatis berjalan aman dan efisien.
Langkah ini sejalan dengan peluncuran XRPL versi 3.2.0 yang memungkinkan agen AI melakukan transaksi secara independen menggunakan XRP dan RLUSD. Dengan fitur ini, sistem AI dapat membeli API dan sumber daya komputasi secara otomatis, meningkatkan efisiensi transaksi secara signifikan. Bagi Indonesia, adopsi teknologi ini berpotensi mempercepat layanan keuangan berbasis kripto, terutama di sektor remitansi dan pembayaran lintas batas yang selama ini menjadi tantangan.
Ripple sebelumnya juga mendapat pengakuan dari Hong Kong Institute for Monetary Research (HKIMR) atas solusi pembayaran lintas batasnya. Pengakuan ini menambah legitimasi Ripple di mata regulator Asia, termasuk Indonesia yang tengah menyusun kerangka regulasi aset digital. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia diprediksi akan mencermati perkembangan ini sebagai referensi dalam merumuskan kebijakan kripto di dalam negeri.
Ke depan, keberhasilan Ripple mengintegrasikan AI dengan sistem pembayaran dapat menjadi game changer bagi industri kripto. Namun, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas jangka pendek yang masih tinggi. Akankah XRP mampu menembus resistance $1,20 dan melanjutkan tren naik, atau justru terkoreksi seiring sentimen pasar yang berubah? Jawabannya akan sangat bergantung pada kemampuan Bitcoin bertahan di atas level psikologis $65.000.



