AMD Siapkan Kenaikan Harga GPU 10-15% pada Semester II 2026
Baca dalam 60 detik
- AMD dikabarkan akan menaikkan harga jajaran GPU hingga 15% pada paruh kedua 2026, memperpanjang tren kenaikan harga komponen.
- Kenaikan ini dipicu oleh kelangkaan pasokan RAM dan semikonduktor global yang belum pulih, berdampak pada harga kartu grafis.
- Di Indonesia, konsumen dan gamer harus bersiap menghadapi lonjakan harga GPU yang bisa mencapai Rp15 juta untuk model kelas menengah.

AMD dikabarkan akan kembali menaikkan harga GPU (Graphics Processing Unit) hingga 15 persen pada semester kedua tahun 2026. Langkah ini menjadi pukulan baru bagi para gamer dan pengguna PC yang sudah lama dirundung mahalnya harga kartu grafis.
Menurut laporan dari sejumlah media Jepang, termasuk Gazlog, perusahaan asal Amerika Serikat itu berencana menerapkan kenaikan harga antara 10 hingga 15 persen mulai Juli 2026. Keputusan ini diambil di tengah masih berlangsungnya krisis pasokan RAM dan semikonduktor global yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.
Kenaikan harga tersebut diproyeksikan akan membuat harga GPU AMD meroket. Saat ini, Radeon RX 9070 XT misalnya, dibanderol antara 650 euro hingga hampir 800 euro (sekitar Rp11,5 juta hingga Rp14 juta). Dengan kenaikan 15 persen, beberapa varian diprediksi akan menembus angka 900 euro atau setara Rp15,8 juta.
Bagi pasar Indonesia, kenaikan ini berarti beban tambahan bagi konsumen yang sudah terbiasa dengan harga GPU yang tinggi akibat pajak impor dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Jika harga global naik 15 persen, harga eceran di Tanah Air bisa melonjak lebih tinggi lagi. Para gamer dan pengguna workstation yang bergantung pada GPU AMD untuk rendering atau gaming kelas atas harus merogoh kocek lebih dalam.
Krisis semikonduktor yang berkepanjangan memang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Permintaan akan chip untuk berbagai sektor, mulai dari otomotif hingga elektronik konsumen, terus meningkat sementara kapasitas produksi terbatas. AMD bukan satu-satunya produsen yang menaikkan harga; Nvidia juga telah beberapa kali melakukan penyesuaian harga pada lini GPU-nya. Tren ini diperkirakan akan berlanjut setidaknya hingga akhir dekade ini.
Menurut analis industri, kenaikan harga GPU AMD ini bisa menjadi strategi untuk menjaga margin keuntungan di tengah biaya produksi yang terus naik. Namun, di sisi lain, hal ini berisiko menekan daya beli konsumen dan memperlambat adopsi teknologi grafis terbaru. Pertanyaannya, akankah para gamer beralih ke konsol game atau justru menunda upgrade PC mereka?



