CD Projekt Resmi Berganti Nama Menjadi CD Projekt RED, Sederhanakan Identitas Perusahaan
Baca dalam 60 detik
- Pemegang saham CD Projekt menyetujui perubahan nama perusahaan induk menjadi CD Projekt RED, menyatukan identitas dengan studio pengembang gimnya.
- Langkah ini mengakhiri kebingungan publik selama bertahun-tahun antara nama holding dan divisi kreatif yang selama ini dikenal luas.
- CD Projekt RED tengah menggarap sekuel Cyberpunk, The Witcher 4, serta ekspansi baru The Witcher 3 yang dikerjakan bersama Fool's Theory.

CD Projekt, perusahaan gim asal Polandia yang dikenal lewat seri The Witcher dan Cyberpunk 2077, resmi mengubah nama perusahaannya menjadi CD Projekt RED. Keputusan ini diambil setelah melalui pemungutan suara pemegang saham dan mulai berlaku efektif.
Selama ini, publik kerap bingung membedakan antara CD Projekt sebagai induk perusahaan dan CD Projekt RED sebagai studio pengembang gim. Nama CD Projekt RED selama ini hanya merujuk pada divisi yang bertanggung jawab atas pengembangan dan penerbitan gim, sementara CD Projekt adalah perusahaan holding yang membawahi beberapa anak usaha. Dengan perubahan ini, seluruh entitas resmi bernama CD Projekt RED, mencerminkan fokus utama perusahaan pada pengembangan gim.
Dewan direksi menyatakan bahwa penyatuan nama ini bertujuan untuk memperkuat identitas merek dan menyederhanakan komunikasi dengan publik. “Kami ingin nama perusahaan mencerminkan apa yang sebenarnya kami lakukan: membuat gim,” demikian pernyataan resmi manajemen. Langkah ini juga dianggap sebagai upaya untuk mendekatkan perusahaan dengan basis penggemar yang sudah lama mengenal studio lewat nama CD Projekt RED.
Bagi industri gim global, perubahan ini menandai babak baru bagi CD Projekt RED yang sempat terpuruk akibat peluncuran bermasalah Cyberpunk 2077 pada 2020. Sejak saat itu, perusahaan telah melakukan perbaikan besar-besaran, merilis pembaruan signifikan, dan berhasil memulihkan reputasi berkat kesuksesan Phantom Liberty. Nama baru ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan dan komitmen terhadap kualitas.
Di Indonesia, perubahan ini mungkin tidak berdampak langsung, tetapi para penggemar gim Tanah Air patut menantikan proyek-proyek mendatang. The Witcher 4, yang tengah dalam pengembangan, diperkirakan akan menjadi salah satu gim paling dinanti. Sementara itu, ekspansi Songs of the Past untuk The Witcher 3—yang dikerjakan bersama Fool’s Theory—menunjukkan bahwa CD Projekt RED masih setia pada warisan serial tersebut.
Ke depannya, pertanyaan besar adalah apakah perubahan nama ini akan diikuti dengan perubahan strategi bisnis atau struktur organisasi. Para analis memperkirakan bahwa langkah ini lebih bersifat simbolis, namun dapat memperkuat loyalitas merek di mata konsumen. Akankah CD Projekt RED mampu mempertahankan momentum positif dan meluncurkan gim-gim berikutnya tanpa hambatan teknis seperti sebelumnya? Hanya waktu yang bisa menjawab.
