Heo Nam-jun: Dari Figur Pembantu ke Pemeran Utama Drama Netflix Global
Baca dalam 60 detik
- Heo Nam-jun, aktor Korea Selatan berusia 33 tahun, menuai sukses global lewat peran utama dalam drama fantasi romantis 'My Royal Nemesis' yang menempati peringkat kedua Netflix global.
- Perjalanan kariernya yang panjang dari peran pendukung hingga menjadi sorotan utama menunjukkan ketekunan dan kemampuannya beradaptasi dengan karakter yang menantang.
- Kesuksesan ini membuka peluang baru, termasuk proyek ambisius 'Whale Star' tahun 2027, serta membawa konsekuensi seperti rumor kencan yang ia tanggapi dengan santai.

Heo Nam-jun akhirnya menuai sorotan global setelah bertahun-tahun berkutat di peran pendukung. Aktor Korea Selatan berusia 33 tahun itu sukses membintangi My Royal Nemesis (2026), drama fantasi romantis yang meroket ke posisi kedua tangga lagu mingguan Netflix untuk serial non-Inggris pada periode 8–14 Juni lalu.
Dalam wawancara di Seoul pada 18 Juni, Heo mengaku sempat kesulitan mendalami karakter Cha Se-gye, pewaris chaebol yang dingin dan blak-blakan. Sifat tersebut sangat bertolak belakang dengan kepribadian aslinya yang lebih santai dan humoris. “Saya terus bertanya pada sutradara dan penulis, ‘Apa benar karakter utama drama romantis bicara seperti ini? Apakah ini tetap terlihat charming?’” ujarnya. Namun, seiring syuting, ia mulai percaya pada visi tim kreatif. “Mereka sudah memperhitungkan semuanya saat menulis naskah. Saya percaya dan mengikutinya. Pada akhirnya, itu justru membuat karakter semakin menarik.”
Keberhasilan ini merupakan puncak dari perjalanan panjang Heo yang sebelumnya dikenal lewat peran antagonis atau figur dingin di berbagai serial populer seperti Missing: The Other Side (2020–2023), Snowdrop (2021–2022), waralaba Sweet Home (2020–2024), dan Your Honor (2024). Meskipun beberapa proyek tersebut sukses besar, porsi layar yang terbatas membuatnya kerap dianggap sebagai aset industri yang tersembunyi. Kini, setelah merasakan sorotan utama, Heo tetap rendah hati. “Saya sangat bersyukur atas momentum ini, tetapi saya harus menjadikannya tonggak indah dan terus fokus ke depan. Pada dasarnya saya adalah aktor pekerja, dan prioritas saya adalah penampilan berikutnya,” katanya.
Heo mengaku bahwa Kim Moo-yul, aktor veteran berusia 44 tahun yang menjadi lawan mainnya di Sweet Home, adalah panutan utamanya sejak masih rookie. “Dia adalah standar saya untuk menjadi orang baik: rendah hati, setia pada keluarga, dan luar biasa dalam profesinya,” puji Heo. Ketekunan Kim yang tak pernah pudar meski sudah mapan menjadi inspirasi baginya.
Proyek ambisius berikutnya sudah menanti: Whale Star (2027), drama periode berlatar Seoul era kolonial dan pergerakan kemerdekaan Korea. Heo akan memerankan Song Hae-su, seorang pejuang kemerdekaan yang tenang dan dewasa—kontras dengan Cha Se-gye yang impulsif. “Hae-su digerakkan oleh luka psikologis yang dalam, sama seperti Se-gye. Kerentanan itulah yang membuat karakter ini hidup,” jelas Heo.
Ketenaran yang melonjak juga membawa konsekuensi tak terduga, seperti rumor kencan dengan model-aktris Hong I-seol yang beredar di media sosial. Heo menanggapinya dengan geli. “Saya bahkan tidak pernah bertemu orang itu. Pikiran pertama saya: ‘Apa hubungannya?’” Namun, ia kemudian menyadari bahwa rumor semacam itu adalah indikator kesuksesan di industri hiburan. “Saat artikel semakin banyak, saya berpikir, ‘Sepertinya saya akhirnya berhasil.’ Mungkin itu sebabnya rumor kencan mulai bermunculan,” ujarnya sambil tersenyum.
Bagi penggemar K-Drama di Indonesia, kesuksesan Heo Nam-jun menjadi bukti bahwa kerja keras dan kesabaran dapat membuahkan hasil. Dengan popularitas Netflix yang tinggi di Tanah Air, My Royal Nemesis berpotensi menjadi tontonan favorit baru, sekaligus membuka pintu bagi lebih banyak aktor Korea berbakat yang selama ini berada di balik layar. Pertanyaannya, apakah Heo mampu mempertahankan momentum ini dan terus bersinar di proyek-proyek berikutnya?



