Mediacorp Buka Casting Terbuka untuk Sekuel Little Nyonya, Siapa Saja Boleh Mendaftar
Baca dalam 60 detik
- Mediacorp mengumumkan pengembangan musim ketiga Little Nyonya yang akan tayang pada 2028, dengan casting terbuka untuk aktor usia 18-35 tahun dari berbagai negara.
- Pendaftaran dibuka hingga 12 Juli, dan peserta terpilih akan mendapat pelatihan khusus serta potensi kontrak jangka panjang dengan Mediacorp.
- Kesuksesan Emerald Hill yang meraih 2,1 juta penonton dan debut nomor satu di Netflix Singapura menjadi pijakan untuk sekuel baru ini.

Mediacorp, jaringan televisi nasional Singapura, resmi membuka perburuan bakat untuk sekuel ketiga dari serial fenomenal Little Nyonya. Pengumuman yang dirilis pada Kamis (25/6) ini menandai babak baru bagi waralaba drama Peranakan yang telah mencetak rekor penonton di Singapura dan Netflix.
Pendaftaran casting terbuka untuk semua kewarganegaraan, dengan batas usia 18 hingga 35 tahun. Calon peserta diminta mengirimkan aplikasi melalui surel ke [email protected] sebelum 12 Juli. Mereka yang lolos seleksi akan dipanggil untuk audisi tertutup pada 18-19 Juli. Menurut pernyataan resmi Mediacorp, individu terpilih akan mendapatkan pelatihan dan dukungan yang disesuaikan dengan peran dan pengalaman mereka. Bakat yang menonjol juga berpeluang dipertimbangkan untuk proyek masa depan serta mendapatkan kontrak eksklusif dengan Mediacorp.
Serial asli Little Nyonya pertama kali mengudara di Channel 8 pada 2008, mengisahkan perjalanan hidup Yueniang (diperankan Jeanette Aw), seorang perempuan Peranakan yang menghadapi berbagai rintangan lintas dekade. Kesuksesan serial ini melahirkan sekuel berjudul Emerald Hill yang tayang pada 2025, dibintangi Tasha Low, Chantalle Ng, dan Ferlyn Wong, dengan Aw kembali memerankan Yueniang. Emerald Hill menjadi drama Singapura pertama yang menduduki posisi nomor satu di Netflix Singapura, menandai pencapaian signifikan bagi industri pertelevisian Negeri Singa.
Bagi penonton Indonesia, waralaba Little Nyonya memiliki daya tarik tersendiri mengingat kedekatan budaya Peranakan dengan sebagian masyarakat di Tanah Air, terutama di wilayah Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Jawa. Kesuksesan Emerald Hill di Netflix juga membuka peluang bagi drama-drama Asia Tenggara untuk menjangkau audiens global. Kehadiran sekuel baru ini bisa menjadi ajang bagi aktor Indonesia untuk unjuk kebolehan di kancah regional, mengingat casting terbuka untuk semua warga negara.
Virginia Lim, chief content and talent officer Mediacorp, menegaskan bahwa pihaknya mencari individu dengan kehadiran, jangkauan, dan komitmen untuk memerankan karakter-karakter ikonik. "Kami percaya bakat kuat bisa muncul dari mana saja, dan mereka yang terpilih akan dibimbing untuk memenuhi tuntutan produksi. Pencarian ini pada akhirnya adalah tentang menemukan orang yang tepat untuk membawa cerita ini ke depan," ujarnya.
Dengan jadwal tayang yang masih tiga tahun lagi, Mediacorp tampaknya ingin mempersiapkan produksi secara matang. Pertanyaan besarnya: akankah sekuel ketiga ini mampu menyamai, bahkan melampaui, kesuksesan Emerald Hill yang telah mencatatkan sejarah? Atau justru akan muncul wajah-wajah baru yang membawa angin segar bagi industri drama Asia Tenggara?



