Jenazah Oliver Tree Tiba di California, Wasiat Terakhir Sang Musisi Terungkap
Baca dalam 60 detik
- Oliver Tree, musisi berusia 32 tahun, tewas dalam tabrakan helikopter di Rio de Janeiro pada 14 Januari 2026, dan jenazahnya telah dipulangkan ke California.
- Timnya mengumumkan pendirian yayasan 'Dr. Oliver Treeโs Extremely Epic Grant For Baby Geniuses' sesuai wasiatnya untuk mendukung seni dan kreativitas.
- Kecelakaan yang juga menewaskan YouTuber Gaspi dan DJ Lucas Frota ini masih dalam penyelidikan otoritas Brasil.

Jenazah musisi Oliver Tree akhirnya tiba di California, Amerika Serikat, hampir dua pekan setelah ia menjadi salah satu korban tabrakan helikopter di Rio de Janeiro, Brasil. Kepulangan ini mengakhiri masa penantian keluarga dan penggemar yang berduka atas kepergian penyanyi berusia 32 tahun tersebut.
Oliver Tree Nickell, yang dikenal dengan gaya musik eklektik dan penampilan panggungnya yang unik, tewas dalam insiden tragis pada 14 Januari 2026. Helikopter yang ditumpanginya bertabrakan dengan pesawat lain di udara dan jatuh di sebuah dealer mobil listrik. Ledakan yang terjadi kemudian menghanguskan 20 kendaraan di lokasi kejadian. Selain Oliver, lima orang lainnya juga meninggal, termasuk YouTuber Gaspar Prim (Gaspi) dan DJ Lucas Frota.
Kabar pemulangan jenazah diumumkan melalui akun Instagram resmi Oliver pada Minggu, 22 Juni 2026. Unggahan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan penghormatan. "Oliver kini kembali ke California, tempat ia bisa beristirahat dengan tenang," tulis timnya.
Di tengah duka, terungkap pula wasiat terakhir Oliver yang tertuang dalam surat wasiatnya. Ia meninggalkan sebuah yayasan bernama 'Dr. Oliver Treeโs Extremely Epic Grant For Baby Geniuses' yang akan segera diluncurkan. Yayasan ini dirancang untuk mendukung penyebaran seni, cinta, dan kegembiraan di dunia. "Itu adalah keinginan terakhirnya, dan kami akan memastikan hal itu terwujud," demikian pernyataan timnya.
Kecelakaan ini terjadi di tengah kesibukan Oliver yang sedang menjalani tur dunia untuk album terbarunya, Love You Madly, Hate You Badly. Tur yang dimulai pada 30 Mei di Mexico City itu harus terhenti secara tragis. Bagi penggemar di Indonesia, kepergian Oliver meninggalkan kesan mendalam, mengingat ia memiliki basis penggemar yang cukup besar di tanah air, terutama di kalangan penikmat musik alternatif dan indie.
Otoritas Brasil, melalui Pusat Investigasi dan Pencegahan Kecelakaan Penerbangan, masih menyelidiki penyebab pasti tabrakan tersebut. Laporan resmi diperkirakan akan dirilis dalam waktu dekat. Sementara itu, keluarga dan rekan-rekan Oliver berharap agar warisan musik dan filantropinya dapat terus hidup melalui yayasan yang ia dirikan.



