Liverpool Siapkan Dana Besar, Barcola Dinilai Lebih Tepat daripada Diomande
Baca dalam 60 detik
- Liverpool mengalihkan target utama dari Diomande ke Barcola sebagai opsi sayap kiri baru.
- Biaya transfer Barcola diperkirakan ยฃ69 juta, lebih murah dibandingkan tuntutan Leipzig yang bisa menembus ยฃ100 juta.
- Barcola dianggap lebih minim risiko berkat pengalaman di Liga Champions dan konsistensi produktivitas gol.

Liverpool dikabarkan siap mempercepat negosiasi untuk mendatangkan Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain setelah upaya pertama merekrut Yan Diomande dari RB Leipzig menemui jalan buntu. Langkah ini diambil manajemen The Reds untuk memperkuat lini serang di bawah arahan pelatih Andoni Iraola pada bursa transfer musim panas mendatang.
Menurut laporan Football Insider, Liverpool telah menyiapkan dana sekitar ยฃ69 juta untuk memboyong pemain sayap asal Prancis itu. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan klausul yang diminta Leipzig untuk Diomande, yang diperkirakan bisa menembus ยฃ100 juta. Sebelumnya, tawaran awal Liverpool senilai ยฃ87 juta untuk pemain berusia 19 tahun itu sudah ditolak mentah-mentah oleh klub Bundesliga tersebut.
Diomande memang tampil menjanjikan bersama Leipzig pada musim 2025/26 dengan catatan 13 gol dan 9 assist dalam 36 pertandingan di semua kompetisi. Namun, ia masih minim pengalaman di pentas Eropa. Sebaliknya, Barcola sudah dua musim beruntun meraih trofi Liga Champions bersama PSG, dengan kontribusi 9 gol dan 8 assist dalam 33 laga di turnamen tersebut. Performa konsisten inilah yang membuat Liverpool lebih condong kepada pemain berusia 23 tahun itu.
Bradley Barcola, yang oleh pengamat Como Ben Mattinson disebut sebagai "salah satu pemain sayap kiri terbaik di Eropa", memiliki rekam jejak lebih panjang di level tertinggi. Selain produktif di liga domestik, ia juga sudah membuktikan diri di ajang antarklub paling bergengsi. Sementara Diomande, yang saat ini membela Pantai Gading di Piala Dunia 2026, belum sekalipun merasakan atmosfer Liga Champions atau Liga Europa. Faktor ini menjadi pertimbangan penting bagi Liverpool yang ingin segera mendapatkan pemain siap pakai.
Keputusan Liverpool untuk mengalihkan fokus ke Barcola juga dipengaruhi oleh performa sang pemain di Piala Dunia. Ia sudah mencatatkan satu gol untuk Prancis dalam penampilan perdananya melawan Senegal. Sebaliknya, Diomande masih belum mampu membobol gawang lawan dalam dua laga fase grup melawan Ekuador dan Jerman, meski mencatatkan delapan dribel sukses dan tujuh peluang tercipta.
Bagi pengamat sepak bola di Indonesia, persaingan transfer ini menarik untuk dicermati karena menunjukkan bagaimana klub-klub top Eropa mulai berani menggelontorkan dana besar untuk pemain muda. Namun, strategi Liverpool yang lebih memilih pemain dengan pengalaman Eropa ketimbang potensi jangka panjang bisa menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam membangun skuad kompetitif. Dengan dana yang lebih terbatas, memilih pemain yang sudah teruji di level tinggi seringkali lebih menguntungkan daripada berinvestasi pada talenta mentah yang belum terbukti.
Jika negosiasi dengan PSG berjalan lancar, Barcola diharapkan bisa menjadi alternatif jangka panjang untuk posisi sayap kiri yang ditinggalkan Mohamed Salah. Pertanyaan besarnya, mampukah Barcola memenuhi ekspektasi tinggi di Anfield dan menjadi andalan Iraola di musim-musim mendatang?



