Buru Gelandang Baru, Manchester United Bidik Alex Scott sebagai Alternatif Mateus Fernandes
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dan Arsenal bersaing merekrut gelandang Bournemouth, Alex Scott, yang disebut-sebut sebagai opsi lebih lengkap ketimbang Mateus Fernandes.
- Bournemouth menolak melepas Scott meski ada tawaran besar, namun kontrak pemain 22 tahun itu yang mulai menipis bisa menjadi celah negosiasi.
- Perbandingan statistik menunjukkan Scott unggul dalam aspek kreativitas dan pertahanan, menjadikannya kandidat ideal untuk menggantikan peran Casemiro di lini tengah Setan Merah.

Manchester United belum juga mengunci satu pun rekrutan anyar di lini tengah, meski bursa transfer musim panas sudah berjalan lebih dari sebulan. Nama Mateus Fernandes, gelandang West Ham United yang baru saja terdegradasi, sempat menjadi prioritas utama. Namun, kebuntuan negosiasi dengan The Hammers—yang membanderol pemain Portugal itu sebesar £80 juta—membuka peluang bagi klub lain, termasuk Tottenham Hotspur, untuk menyalip. Situasi ini memaksa manajemen Setan Merah di bawah INEOS untuk melirik alternatif.
Salah satu nama yang mencuat adalah Alex Scott, gelandang Bournemouth berusia 22 tahun. Jurnalis kawakan David Ornstein, dalam siniar The Athletic FC, mengungkapkan bahwa Manchester United dan Arsenal sama-sama "sangat menginginkan" jasa pemain kelahiran Guernsey itu. Ornstein menambahkan, Bournemouth saat ini bersikeras tidak akan menjual Scott, bahkan jika ada tawaran selangit. Pelatih anyar The Cherries, Marco Rose, disebut-sebut ingin menjadikan Scott sebagai pilar utama musim depan.
Kendati demikian, ada satu celah yang bisa dimanfaatkan klub peminat: kontrak Scott mulai memasuki masa akhir. Ornstein mencatat bahwa perpanjangan kontrak belum pasti, dan jika Scott tidak berminat memperpanjang, Bournemouth mungkin terpaksa melepasnya dengan harga sekitar £80 juta—angka yang setara dengan banderol Fernandes. Faktor ini membuat perburuan Scott semakin menarik, apalagi setelah Arsenal juga dikabarkan siap bersaing.
Perbandingan statistik antara Scott dan Fernandes, berdasarkan alat analisis ScoutLab, menunjukkan bahwa pemain Bournemouth justru lebih unggul di sejumlah metrik kunci. Dalam hal kreativitas di sepertiga akhir lapangan, Scott mencatatkan lebih banyak tembakan, peluang besar, dan peluang besar yang diciptakan per 90 menit. Ia juga lebih sering melakukan progresif carry dan dribel sukses, menunjukkan kemampuannya membawa bola dari lini tengah ke area berbahaya. Dari sisi pertahanan, Scott unggul dalam tekel, intersep, recoveri, sapuan kotak penalti, dan duel udara—atribut yang sangat dibutuhkan Manchester United untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Casemiro.
Pertandingan melawan Arsenal musim lalu menjadi bukti nyata kualitas Scott. Ia mencetak gol yang nyaris menentukan gelar juara saat Bournemouth menahan imbang The Gunners 2-2 di Emirates. Sementara itu, Fernandes justru gagal memanfaatkan peluang emas di laga serupa, yang berakibat fatal bagi West Ham dalam perburuan gelar. Meski Fernandes memiliki catatan gol/assist lebih baik, Scott menunjukkan konsistensi dan pengaruh yang lebih merata di kedua sisi permainan.
Bagi Manchester United, keputusan akhir akan bergantung pada kemampuan mereka meyakinkan Bournemouth dan mengalahkan persaingan dari Arsenal serta Tottenham. Apakah INEOS akan mengeluarkan dana besar untuk Scott, atau justru kembali fokus pada Fernandes yang harganya tak kalah mahal? Satu hal yang pasti, lini tengah Setan Merah membutuhkan suntikan darah segar—dan pilihan antara dua gelandang muda berbakat ini bisa menentukan arah musim depan.



