Salah Bawa Mesir Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia, Tekuk Selandia Baru 3-1
Baca dalam 60 detik
- Mesir mencatat sejarah dengan kemenangan pertama di Piala Dunia setelah menundukkan Selandia Baru 3-1 di Vancouver.
- Mohamed Salah menjadi motor kebangkitan dengan satu gol dan satu assist di babak kedua.
- Hasil ini membawa Mesir memuncaki Grup G dengan empat poin, memperbesar peluang lolos ke fase gugur.

Mohamed Salah memastikan namanya terukir dalam sejarah sepak bola Mesir setelah membawa timnya meraih kemenangan perdana di Piala Dunia. Bermain di BC Place, Vancouver, Minggu (21/6) malam, Mesir sukses membalikkan ketertinggalan menjadi 3-1 atas Selandia Baru dalam laga Grup G yang berlangsung dramatis.
Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi Mesir yang sebelumnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Belgia di laga pembuka. Dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan, tim asuhan Hossam Hassan kini memuncaki klasemen Grup G, unggul dua angka atas Iran yang menahan Belgia 0-0 di pertandingan lain. Sementara Selandia Baru harus puas di dasar klasemen dengan satu poin.
Babak pertama menjadi milik Selandia Baru yang tampil disiplin. Strategi sederhana namun efektif—umpan panjang saat diperlukan dan penguasaan bola ketika memungkinkan—berbuah gol pada menit ke-32. Finn Surman memanfaatkan sepak pojok dengan sundulan keras yang tak mampu dihalau kiper Mesir. Unggul 1-0, Selandia Baru hampir menggandakan keunggulan andai sundulan Callum McCowatt tidak ditepis.
Memasuki babak kedua, Mesir mengubah tempo permainan. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan hingga akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-58. Mostafa Zico menyundul umpan silang Mohamed Hany untuk menyamakan kedudukan. Gol tersebut membangkitkan semangat skuad 'Firaun', dan sembilan menit berselang, Salah menunjukkan kelasnya. Winger 34 tahun itu menerobos dari sisi kanan, melakukan one-two dengan Zico, lalu melepaskan tembakan yang bersarang di tiang jauh.
Salah nyaris mencetak gol keduanya pada menit ke-81, namun tendangan terarahnya masih melambung di atas mistar. Namun, dari sepak pojok yang sama, ia menjadi kreator gol ketiga Mesir. Umpan akuratnya disambut sundulan Mahmoud Trezeguet yang baru masuk sebagai pemain pengganti. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan setelah 10 menit waktu tambahan.
Bagi Indonesia, keberhasilan Mesir ini menjadi pelajaran berharga. Timnas Indonesia yang tengah dalam proses pembangunan jangka panjang bisa meniru kegigihan Mesir yang pantang menyerah meski tertinggal lebih dulu. Selain itu, performa Salah yang tetap tajam di usia 34 tahun membuktikan bahwa pengalaman dan mental juara sangat menentukan di panggung sebesar Piala Dunia.
Di sisi lain, Selandia Baru harus menyesali peluang yang terbuang. Pelatih mereka, Darren Bazeley, dihadapkan pada tugas berat membangkitkan tim sebelum laga penentuan melawan Belgia. Sementara itu, Mesir akan menghadapi Iran di pertandingan terakhir grup. Satu poin saja sudah cukup untuk memastikan tiket ke babak 16 besar, namun kemenangan akan membuat mereka lolos sebagai juara grup.
Pertanyaannya, mampukah Mesir mempertahankan performa ini? Atau justru Selandia Baru yang akan bangkit dan mengejutkan? Semua akan terjawab dalam laga pamungkas Grup G.



