Tekun Nasional Targetkan Persetujuan Pembiayaan di Bawah RM20.000 dalam 24 Jam
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Malaysia melalui Tekun Nasional akan menguji coba persetujuan pembiayaan mikro di bawah RM20.000 dalam waktu sehari penuh.
- Langkah ini merupakan bagian dari upaya mempercepat akses modal kerja bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Malaysia.
- Jika berhasil, skema ini berpotensi menjadi model bagi negara tetangga, termasuk Indonesia, dalam memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM.

MELAKA โ Tabung Ekonomi Kumpulan Usaha Niaga (Tekun Nasional) berencana memproses dan menyetujui permohonan pembiayaan di bawah RM20.000 dalam waktu 24 jam. Langkah ini diumumkan Menteri Pembangunan Usahawan dan Koperasi Malaysia, Steven Sim, dalam sela-sela penutupan Karnival Hebatkan Perniagaan Malaysia di Morten Walk, Melaka, akhir pekan lalu.
Menurut Sim, inisiatif tersebut masih dalam tahap uji coba dan ditargetkan dapat diluncurkan dalam dua hingga tiga bulan ke depan. โKami ingin memberikan periode pemrosesan 24 jam untuk memudahkan UMKM agar tidak perlu menunggu lama mendapatkan pembiayaan,โ ujarnya seperti dikutip Bernama.
Langkah ini menjadi angin segah bagi pelaku usaha mikro di Malaysia yang selama ini kerap terkendala akses permodalan. Dalam skema saat ini, pembiayaan Tekun Nasional hingga RM100.000 diproses dan disetujui dalam waktu tujuh hari. Sementara itu, SME Bank dan Bank Rakyat berkomitmen memproses pembiayaan hingga RM1 juta dalam dua minggu.
Dalam kesempatan yang sama, kementerian juga meluncurkan portal Tekun Nasional, sebuah platform digital terpadu yang memungkinkan pengusaha mengakses informasi pembiayaan, mengajukan permohonan secara daring, serta mengikuti pengumuman pelatihan kewirausahaan. Portal ini diharapkan menjadi pintu masuk tunggal bagi UMKM untuk mengakses berbagai program pemerintah.
Bagi Indonesia, skema percepatan persetujuan pembiayaan ini dapat menjadi bahan perbandingan. Di dalam negeri, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) misalnya, masih memerlukan waktu pemrosesan yang bervariasi antar bank penyalur. Meskipun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mendorong digitalisasi, adopsi teknologi di sektor pembiayaan mikro masih belum merata. Jika Malaysia berhasil menerapkan persetujuan 24 jam, hal ini bisa mendorong regulator dan perbankan di Indonesia untuk mempercepat transformasi digital layanan pembiayaan UMKM.
Sejauh ini, realisasi pembiayaan Tekun Nasional menunjukkan tren positif. Hingga 31 Mei, kementerian telah menyetujui pembiayaan senilai RM5 miliar yang menjangkau lebih dari 180.000 usaha di seluruh Malaysia. Di Melaka sendiri, sebanyak RM92 juta telah disalurkan kepada lebih dari 4.300 pengusaha. Angka ini menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan mikro masih sangat tinggi.
Ke depan, keberhasilan pilot project ini akan menjadi indikator penting apakah percepatan persetujuan pembiayaan dapat diadopsi secara lebih luas tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian. Pertanyaannya, mampukah Tekun Nasional menjaga tingkat kredit macet tetap rendah di tengah kecepatan pemrosesan yang tinggi?



