Bank Artha Graha Ganti Direktur Utama, Elvin Halim Tunggu Restu OJK
Baca dalam 60 detik
- RUPST Bank Artha Graha memberhentikan Andy Kasih dari posisi direktur utama dan menunjuk Elvin Halim sebagai pengganti.
- Elvin Halim baru efektif menjabat setelah lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dari OJK.
- Perombakan pucuk pimpinan ini menjadi sinyal perubahan strategi bisnis bank bersandi INPC di tengah persaingan perbankan nasional.

PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. (INPC) resmi menunjuk Elvin Halim sebagai direktur utama yang baru, menggantikan Andy Kasih yang diberhentikan dengan hormat. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (22/6/2026). Namun, efektivitas pengangkatan Elvin masih menunggu hasil uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pergantian pucuk pimpinan ini menandai babak baru bagi bank yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia tersebut. Andy Kasih, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur utama, resmi mengakhiri masa tugasnya sejak RUPST ditutup. Manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi menyampaikan pemberhentian tersebut dilakukan secara hormat, tanpa menyebutkan alasan spesifik di balik keputusan itu.
Elvin Halim bukanlah nama baru di industri perbankan. Sebelum ditunjuk sebagai direktur utama, ia telah malang melintang di sektor keuangan dan dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis. Pengamat perbankan menilai, langkah ini bisa menjadi bagian dari upaya Bank Artha Graha untuk memperkuat tata kelola dan daya saing di tengah tekanan margin bunga bersih serta persaingan digital banking yang kian ketat. "Pergantian direktur utama seringkali menjadi sinyal perubahan arah bisnis, terutama dalam hal strategi ekspansi atau efisiensi," ujar analis perbankan dari sebuah lembaga riset.
Selain perubahan di posisi direktur utama, RUPST juga menetapkan susunan dewan komisaris dan direksi yang baru. Komisaris Utama tetap dijabat oleh Kiki Syahnakri, dengan Wakil Komisaris Utama Tomy Winata dan Sugianto Kusuma. Sementara itu, jajaran direksi lainnya meliputi Christina Harapan sebagai Wakil Direktur Utama, Indrastomo Nugroho sebagai Direktur Kepatuhan, serta Handoyo Soedirdja, Susana, dan Selvy sebagai direktur.
Bagi investor dan nasabah Bank Artha Graha, pergantian ini patut dicermati. Elvin Halim diharapkan mampu membawa angin segar, terutama dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi modal. Namun, tantangan tetap ada: bank harus bersaing dengan pemain besar yang sudah lebih dulu bertransformasi digital. Pertanyaan yang mengemuka adalah, apakah strategi baru yang akan dijalankan Elvin Halim cukup agresif untuk mengejar ketertinggalan? Atau justru akan fokus pada konsolidasi internal? Jawabannya mungkin baru terlihat setelah OJK memberikan lampu hijau dan Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun depan diumumkan.



