Shinnecock Hills Taklukkan McIlroy: 'Lapangan Ini Menang Atas Saya'
Baca dalam 60 detik
- Rory McIlroy mengakui kekalahannya dari lapangan Shinnecock Hills setelah finis enam over par di US Open, dengan ronde akhir 73 pukulan.
- Pebalap nomor dua dunia itu menyesali performa buruk di sembilan hole terakhir pada Sabtu yang membuatnya tertinggal tujuh pukulan dari pemimpin.
- McIlroy kini mengalihkan fokus ke turnamen di Inggris, termasuk Scottish Open dan The Open, yang dinilai lebih cocok dengan gaya permainannya.

Rory McIlroy, peringkat dua dunia, secara blak-blakan mengakui bahwa lapangan Shinnecock Hills telah mengalahkannya di ajang US Open. Setelah menuntaskan putaran final dengan skor 73 pada Minggu (18/6) di New York, pegolf asal Irlandia Utara itu harus puas finis enam over par, jauh dari ekspektasi untuk merebut gelar mayor keduanya.
McIlroy, yang baru saja memenangkan Masters April lalu, mencatat tiga birdie dan empat bogey di ronde penutup. Namun, momentum positif itu tak cukup untuk mengejar ketertinggalan. Pukulan terbesarnya justru terjadi pada hari Sabtu, ketika ia menyelesaikan sembilan hole pertama dengan dua under par, lalu limbung di sembilan hole terakhir dengan lima bogey. Akibatnya, ia tertinggal tujuh pukulan dari pemimpin klasemen, Wyndham Clark.
"Saya pikir lapangan ini menang atas saya. Melihat kembali sepekan ini, saya akan menyesali sembilan hole terakhir kemarin (Sabtu). Saya berhasil mencapai dua under par setelah sembilan hole, lalu roda terlepas dan saya bermain sangat buruk di sembilan hole terakhir, yang membuat saya tersingkir dari turnamen," ujar McIlroy kepada BBC Sport NI.
Kegagalan di Shinnecock Hills menjadi pukulan telak bagi McIlroy, yang sebelumnya difavoritkan setelah performa gemilang di Augusta. Lapangan yang dikenal keras dengan angin kencang dan rough tebal itu memang menjadi mimpi buruk bagi banyak pemain. McIlroy mengakui bahwa ia kehilangan energi dan fokus di putaran final, bahkan mengaku "berlari menuju green ke-18" untuk segera menyelesaikan pertandingan.
McIlroy kini mengalihkan perhatian ke turnamen yang lebih dekat dengan rumahnya. Ia mengaku antusias bermain di Scottish Open dan The Open di Royal Birkdale pada Juli mendatang. "Ini waktu favorit saya dalam setahun untuk pulang dan bermain di The Open, serta menghabiskan waktu di sana. Lapangan akhir pekan ini tidak jauh berbeda dengan kejuaraan terbuka, tetapi bermain links golf beberapa pekan ke depan akan menyenangkan," tambahnya.
Bagi pegolf Indonesia, kegagalan McIlroy di Shinnecock Hills menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya konsistensi di lapangan yang menantang. Lapangan dengan karakter links seperti Shinnecock Hills membutuhkan strategi yang matang, terutama dalam menghadapi angin dan kondisi rumput yang kering. McIlroy, yang dikenal dengan pukulan panjangnya, justru kesulitan saat harus bermain lebih taktis.
Ke depan, McIlroy akan berusaha bangkit di Royal Birkdale, lapangan yang lebih sesuai dengan gaya permainannya. Namun, pertanyaan besarnya: mampukah ia mengatasi tekanan mental setelah kekalahan telak di US Open? Atau justru pengalaman pahit ini akan menjadi cambuk untuk meraih sukses di The Open?



