Duel Bersejarah Wales vs Barbarians: Panggung Uji Coba di Twickenham
Baca dalam 60 detik
- Wales putra dan putri akan menghadapi Barbarians dalam pertandingan ganda di Twickenham pada 27 Juni, sebagai pemanasan sebelum Nations Championship.
- Laga ini melanjutkan tradisi panjang sejak 1915, dengan Barbarians pernah mencatat kemenangan ikonik termasuk gol Gareth Edwards yang legendaris.
- Bagi pelatih Steve Tandy, pertandingan ini menjadi ajang uji coba pemain muda Wales menjelang tur musim panas yang berat.

Wales akan menulis babak baru dalam sejarah panjang persaingan melawan Barbarians saat kedua tim menggelar pertandingan ganda di Twickenham pada akhir bulan ini. Laga yang dijadwalkan pada Sabtu, 27 Juni itu menjadi pemanasan bagi tim putra asuhan Steve Tandy menjelang Nations Championship, sementara tim putri yang dilatih Sean Lynn akan turun beberapa jam kemudian.
Pertemuan ini bukan sekadar uji coba biasa. Sejak pertama kali bertemu pada 1915 di Cardiff Arms Park, Wales dan Barbarians telah menciptakan sederet momen tak terlupakan. Salah satunya terjadi pada 1973, ketika Gareth Edwards mencetak try sepanjang lapangan melawan Selandia Baruโsebuah aksi yang hingga kini dianggap sebagai try terbaik sepanjang masa. Barbarians, yang dikenal sebagai tim undangan tanpa ikatan nasional, selalu menghadirkan kejutan.
Bagi Wales, laga ini juga menjadi ajang perpisahan bagi beberapa legenda. Pada November 2023, Alun Wyn Jones dan Justin Tipuric mengucapkan selamat tinggal di Principality Stadium saat membela Barbarians, sementara Leigh Halfpenny tampil untuk terakhir kalinya bersama Wales. Kala itu, Wales menang telak 49-26. Namun, sejarah mencatat Barbarians juga pernah mempermalukan Wales, seperti kemenangan 31-24 pada perayaan 100 tahun WRU pada 1990 dengan skuad bertabur bintang.
Pertandingan putri juga menyimpan cerita tersendiri. Barbarians pertama kali memainkan laga putri pada 2017 melawan Munster, dengan dua pemain Wales, Elen Evans dan Rachel Taylor, turut serta. Dua tahun kemudian, mereka menghadapi Wales untuk pertama kalinya dan menang 29-15 di depan 12.600 pendukung. Kini, dengan skuad yang diperbarui, Wales putri berharap bisa membalaskan kekalahan tersebut.
Bagi Steve Tandy, laga ini menjadi ujian penting sebelum tur musim panas yang berat. Pelatih asal Skotlandia itu tengah membangun kembali tim Wales setelah performa kurang memuaskan di turnamen sebelumnya. Beberapa pemain muda akan mendapat kesempatan tampil, meskipun pertandingan ini tidak memberikan cap internasional resmi. โIni adalah bagian dari proses regenerasi,โ ujar seorang analis rugby. โMereka butuh pengalaman melawan tim yang tidak terduga seperti Barbarians.โ
Bagi penggemar rugby di Indonesia, laga ini mungkin terasa jauh, namun memberikan gambaran tentang bagaimana tim-tim besar mempersiapkan diri. Dengan makin populernya rugby di Tanah Air, pertandingan semacam ini bisa menjadi referensi bagi pengembangan olahraga tersebut. Apakah Wales mampu memanfaatkan momentum di Twickenham, atau justru Barbarians yang akan mencuri perhatian? Jawabannya akan terlihat pada akhir Juni nanti.



