Inter Milan Kaji Ulang Strategi: Nico Paz atau Curtis Jones?
Baca dalam 60 detik
- Real Madrid membuka peluang transfer Nico Paz dengan banderol €60 juta, memicu perubahan rencana Inter di bursa gelandang.
- Inter sebelumnya mundur dari perburuan Paz, tetapi kini mempertimbangkan menjual beberapa pemain untuk mendanai transfer tersebut.
- Jika Paz direkrut, rencana memboyong Curtis Jones dari Liverpool senilai €20 juta bisa dibatalkan demi mengalihkan dana.

Keputusan Real Madrid untuk melepas Nico Paz dengan harga €60 juta membuat Inter Milan harus memutar otak di bursa transfer musim panas. Klub asal Kota Mode itu kini dihadapkan pada pilihan strategis: tetap mengejar gelandang Liverpool Curtis Jones, atau mengalihkan seluruh sumber daya untuk merekrut pemain muda Argentina tersebut.
Menurut laporan Tuttosport, Inter sebelumnya telah menghentikan langkah untuk mendapatkan Paz dan mengarahkan anggaran ke operasi lain. Namun, sikap Madrid yang tiba-tiba terbuka menjual—didorong oleh kebutuhan pelatih anyar mereka, José Mourinho, yang memasukkan bek Inter Alessandro Bastoni dalam daftar incaran—kembali membuka negosiasi.
Persoalan utama tetap pada sisi finansial. Untuk mengamankan tanda tangan Paz, Inter membutuhkan suntikan dana besar dari pemilik Oaktree Capital Management, di luar pendapatan dari penjualan pemain yang sudah direncanakan. Di sinilah situasi Jones menjadi krusial: Inter sebelumnya telah menawarkan €20 juta kepada Liverpool untuk gelandang Inggris itu, tetapi kini mereka mempertimbangkan perubahan taktik.
Jika Paz bergabung, ia akan diplot sebagai mezzala ofensif, peran yang mirip dengan Luis Alberto saat dilatih Simone Inzaghi di Lazio. Dengan demikian, kebutuhan akan Jones menjadi tidak relevan, dan dana €20 juta yang semula dialokasikan bisa dialihkan untuk menutup biaya transfer Paz. Namun, untuk mencapai total €60 juta, Inter harus melakukan penjualan besar-besaran.
Alexandar Stankovic, yang tampil gemilang di Club Brugge, diperkirakan bisa mendatangkan €40 juta. Sementara itu, nama-nama seperti Davide Frattesi, Luis Henrique, Benjamin Pavard, dan Carlos Augusto masuk dalam daftar jual. Restrukturisasi skuad ini memang ambisius, tetapi Inter siap menjalankannya jika peluang mendapatkan Paz benar-benar nyata.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa harus pintar mengatur keuangan di tengah persaingan transfer yang ketat. Keputusan Inter bisa menjadi contoh bagaimana prioritas taktik dan finansial saling memengaruhi, terutama ketika berhadapan dengan raksasa seperti Real Madrid.
Pertanyaan selanjutnya adalah: apakah Oaktree bersedia mengeluarkan dana ekstra, atau Inter akan tetap pada rencana awal dengan merekrut Jones? Jawabannya akan menentukan bentuk lini tengah Nerazzurri musim depan.



