Lecce Buru Dua Sayap Muda: Addai Gratis atau Guirassy Mahal?
Baca dalam 60 detik
- Lecce mengincar Emmanuel Addai (Qarabag) yang akan habis kontrak akhir Juni, atau Herba Guirassy (Nantes) yang masih terikat kontrak.
- Addai, 25 tahun, bisa didatangkan gratis sebagai agen bebas, sementara Guirassy, 19 tahun, membutuhkan biaya transfer karena masih terikat kontrak.
- Kedua pemain berposisi sama sebagai winger, sehingga Lecce kemungkinan hanya akan merekrut satu di antaranya untuk memperkuat sayap.

Lecce, klub Serie A yang baru saja memastikan diri bertahan di kasta tertinggi Italia, tengah mematangkan strategi bursa transfer dengan membidik dua pemain sayap muda potensial: Emmanuel Addai dari Qarabag dan Herba Guirassy dari Nantes. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan skuad musim depan setelah manajemen mengonfirmasi pelatih Eusebio Di Francesco tetap memimpin tim.
Menurut laporan Sky Sport Italia yang dikutip pakar transfer Gianluca Di Marzio, Addai menjadi opsi menarik karena kontraknya bersama Qarabag akan berakhir pada 30 Juni mendatang. Artinya, Lecce bisa mendatangkan pemain berusia 25 tahun itu secara gratis sebagai agen bebas. Addai dikenal sebagai winger kiri yang juga bisa beroperasi di sisi kanan, memberikan fleksibilitas taktis bagi Di Francesco.
Musim ini, Addai tampil dalam 10 pertandingan Liga Champions bersama Qarabag dan mencetak satu gol. Secara keseluruhan, ia mengoleksi delapan gol dan empat assist dalam 49 pertandingan kompetitif. Catatan itu menunjukkan kontribusi ofensif yang cukup konsisten, meski belum berada di level elite Eropa.
Di sisi lain, Lecce juga memantau perkembangan Herba Guirassy, pemain muda Nantes yang genap berusia 20 tahun pada Agustus mendatang. Berbeda dengan Addai, Guirassy masih terikat kontrak dengan klub Ligue 1 tersebut, sehingga potensi transfernya akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Guirassy merupakan produk akademi Nantes dan mulai menembus tim utama pada 2024. Musim ini ia mencatatkan 21 penampilan dengan torehan tiga gol dan satu assist.
Keputusan Lecce untuk hanya memilih satu dari dua pemain ini menunjukkan pendekatan hati-hati dalam belanja pemain. Dengan status sebagai klub papan tengah Serie A yang baru selamat dari degradasi, Lecce perlu mengoptimalkan anggaran tanpa mengorbankan kualitas. Addai menawarkan solusi ekonomis dan pengalaman di kompetisi Eropa, sementara Guirassy membawa potensi jangka panjang meski dengan biaya lebih tinggi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Lecce ini bisa menjadi contoh bagaimana klub-klub Eropa memanfaatkan bursa transfer untuk memperkuat skuad dengan pemain-pemain muda berbakat. Meski tidak ada pemain Indonesia yang terlibat, strategi perekrutan seperti ini kerap menjadi sorotan karena menunjukkan pentingnya scouting dan manajemen kontrak. Ke depannya, apakah Lecce akan memilih opsi bebas transfer atau berinvestasi pada talenta muda? Keputusan ini akan menentukan daya saing mereka di Serie A musim depan.



