Leao Buka Suara soal Masa Depan: Keputusan Setelah Piala Dunia, Amorim Jadi Faktor Penentu
Baca dalam 60 detik
- Rafael Leao mengaku kepindahannya dari AC Milan bisa berubah setelah kedatangan pelatih anyar Ruben Amorim.
- Pemain sayap Portugal itu memutuskan akan menentukan langkah kariernya usai Piala Dunia 2026.
- Hubungan Leao dengan mantan pelatih Max Allegri yang renggang menjadi latar spekulasi transfernya.

Rafael Leao, penyerang sayap AC Milan, mengisyaratkan bahwa masa depannya di San Siro belum sepenuhnya usai. Dalam wawancara usai membela Portugal di Piala Dunia 2026, ia mengakui bahwa kehadiran pelatih baru Ruben Amorim bisa mengubah pandangannya untuk hengkang. Leao menegaskan keputusan final akan diambil setelah turnamen bergengsi empat tahunan itu berakhir.
Pemain berusia 27 tahun itu sempat menjadi sorotan karena hubungannya yang memburuk dengan mantan pelatih Milan, Max Allegri. Leao kerap ditempatkan di posisi yang tidak sesuai, seperti menjadi penyerang tengah, dan beberapa kali ditarik keluar lebih awal. Situasi itu membuatnya merasa tidak dihargai dan sempat menyatakan bahwa waktunya di Milan sudah mencapai titik akhir. Namun, pergantian pelatih dari Allegri ke Amorim—rekan senegaranya—memberi angin segar.
“Saat ini saya harus fokus pada Piala Dunia. Yang saya tahu, Amorim adalah pelatih yang sangat bagus. Ia sukses di Portugal, meski di Manchester United hasilnya tidak sesuai harapan, tetapi ia tetap pelatih hebat. Saya akan memutuskan setelah Piala Dunia,” ujar Leao kepada DAZN Italia, seperti dikutip Football Italia.
Leao mengakui musim ini berat baginya. Cedera dan dinamika tim yang kurang stabil membuat performanya naik turun. Gol ke gawang Uzbekistan menjadi pelepas dahaga setelah ia kerap dicadangkan. “Saya harus merayakan ini dengan keluarga. Musim yang sulit, banyak cedera dan hal lain termasuk perjalanan Milan. Gol ini untuk mereka,” katanya.
Kritik terhadap gaya bermain Leao yang enggan membantu pertahanan juga ia bantah. “Saya bekerja untuk diri sendiri, rekan setim, dan pelatih. Senang bisa membantu tim dan mendapat menit bermain,” tegasnya.
Bagi pengamat sepak bola Italia, keputusan Leao akan menjadi salah satu saga transfer terbesar musim panas nanti. Amorim, yang dikenal mampu membangun kembali kepercayaan diri pemain, diyakini bisa menjadi kunci untuk mempertahankan Leao. Namun, minat dari klub-klub Premier League seperti Chelsea dan Arsenal masih mengintai.
Di Indonesia, perkembangan ini menarik perhatian karena banyak penggemar Serie A yang mengikuti karier Leao. Jika ia bertahan, Milan diprediksi akan lebih kompetitif di Liga Champions. Sebaliknya, jika hengkang, klub harus mencari pengganti yang sepadan. Pertanyaannya, akankah Amorim mampu membujuk Leao bertahan, atau justru menjadi jembatan untuk transfer ke klub lain?



