De Gea Hanya Mau Tinggalkan Fiorentina demi Kembali ke Manchester United
Baca dalam 60 detik
- Kiper veteran David De Gea menolak tawaran Juventus karena hanya bersedia hengkang dari Fiorentina jika Manchester United memanggilnya.
- Kontrak De Gea di Fiorentina masih panjang hingga 2028, membuat kepindahan ke klub lain selain Setan Merah sangat kecil kemungkinannya.
- Keputusan ini mengonfirmasi loyalitas De Gea kepada mantan klubnya, sekaligus menutup peluang bagi Juventus yang tengah mencari kiper baru.

David De Gea hanya akan meninggalkan Fiorentina jika tujuannya adalah kembali ke Manchester United. Kiper asal Spanyol itu dikabarkan menolak ketertarikan Juventus, yang sempat menempatkannya sebagai salah satu opsi di bursa transfer musim panas ini.
Menurut laporan Manchester Evening News dan Tuttomercatoweb, De Gea telah memberi sinyal jelas bahwa satu-satunya klub yang bisa membuatnya hengkang dari Stadio Artemio Franchi adalah mantan timnya, Manchester United. Keputusan ini menegaskan ikatan emosional yang masih kuat antara kiper berusia 35 tahun itu dengan klub yang membesarkan namanya di Premier League.
De Gea bergabung dengan Fiorentina pada musim panas 2024 sebagai agen bebas, setelah kontraknya di Manchester United berakhir pada Juni 2023. Ia menghabiskan satu tahun tanpa klub sebelum akhirnya memilih petualangan baru di Serie A. Kini, dengan kontrak yang mengikatnya hingga Juni 2028 plus opsi perpanjangan satu tahun, De Gea tampaknya akan menghabiskan sisa kariernya di Italiaโkecuali ada panggilan dari Old Trafford.
Bagi Juventus, situasi ini menjadi tantangan tersendiri. Klub asal Turin itu tengah mencari kiper baru setelah beberapa opsi utama seperti Alisson Becker (Liverpool) dan Emiliano Martinez (Aston Villa) sulit didapatkan. De Gea, meski berusia 36 tahun pada November mendatang, masih menunjukkan performa gemilang dengan penyelamatan-penyelamatan krusial setiap pekan. Namun, prioritasnya yang hanya tertuju pada Manchester United membuat Bianconeri harus memutar otak mencari alternatif lain.
Di sisi lain, Manchester United saat ini memiliki kiper utama Andre Onana dan cadangan Altay Bayindir. Meski demikian, spekulasi tentang masa depan Onana yang belum sepenuhnya meyakinkan sejak kedatangannya bisa membuka peluang bagi De Gea. Namun, belum ada sinyal resmi dari pihak klub mengenai rencana membawa pulang mantan kiper andalannya itu.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah De Gea mengingatkan pada loyalitas langka di era modern. Pemain sekaliber De Gea yang memilih bertahan di klub menengah Serie A ketimbang pindah ke raksasa Eropa lainnya menunjukkan bahwa faktor emosional masih bisa mengalahkan gaji besar. Ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang kerap kesulitan mempertahankan pemain bintangnya: hubungan jangka panjang dengan pemain bisa menjadi aset berharga.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Manchester United akan memanfaatkan situasi ini? Dengan jendela transfer musim panas yang masih terbuka, keputusan De Gea untuk hanya menerima panggilan Old Trafford bisa menjadi ujian bagi manajemen Setan Merah. Apakah mereka akan memberikan kesempatan kedua kepada kiper yang pernah menjadi pahlawan di masa lalu, atau memilih melanjutkan proyek bersama Onana? Hanya waktu yang akan menjawab.



