Laba Aradel Melonjak 192%, Dividen Final N23 per Saham Ditetapkan
Baca dalam 60 detik
- Aradel Holdings mencetak laba bersih N757 miliar pada 2025, melesat 192% dari tahun sebelumnya berkat akuisisi strategis.
- Akuisisi 40% saham ND Western mendorong total kepemilikan efektif di Renaissance menjadi 53,3%, memperkuat cadangan dan basis produksi.
- Dividen final N23 per saham akan dibayarkan pada Juli 2026, melengkapi total dividen tahun buku 2025 sebesar N33 per saham.

Perusahaan migas Nigeria, Aradel Holdings Plc, mengumumkan laba setelah pajak sebesar N757 miliar pada tahun fiskal 2025, melonjak 192% dibandingkan periode sebelumnya, sekaligus melampaui ekspektasi analis. Kinerja gemilang ini mendorong dewan direksi menetapkan dividen final N23 per saham, yang akan dibayarkan pada Juli 2026.
Manajemen Aradel menyebut 2025 sebagai tahun transformatif yang ditandai dengan akuisisi besar-besaran. Perusahaan menyelesaikan pembelian tambahan 40% saham di ND Western Limited, sehingga total kepemilikan efektif di Renaissance Africa Energy Company mencapai 53,3% pasca-akuisisi. Langkah ini secara signifikan memperluas cadangan minyak, basis produksi, dan jejak operasional Aradel.
Pendapatan total naik 20% year-on-year menjadi N699,4 miliar, didorong oleh pertumbuhan di seluruh segmen bisnis. Minyak mentah tetap menjadi tulang punggung pendapatan dengan kontribusi 63%, diikuti produk olahan (30%) dan gas (7%). Ekspor minyak mentah meningkat 18% menjadi N440,1 miliar, ditopang volume produksi yang lebih tinggi dan jalur evakuasi yang andal melalui TNP dan ACE.
Direktur Utama Aradel, Adegbite Falade, menegaskan bahwa akuisisi ND Western dan peningkatan kepemilikan di Renaissance telah mengubah skala perusahaan secara fundamental. “Konsolidasi NDW dan Renaissance secara fundamental mengubah skala neraca keuangan perusahaan, memberi kami basis aset dan cadangan untuk mendukung ekspansi ke depan,” ujarnya. Falade menambahkan bahwa kontribusi penuh dari akuisisi tersebut akan tercermin dalam laporan keuangan konsolidasi mulai 2026.
Dari sisi segmen, pendapatan produk olahan naik 18% menjadi N210,8 miliar, didorong kenaikan volume penjualan 26% menjadi 302,9 juta liter. Sementara itu, pendapatan gas melonjak 72% menjadi N48,6 miliar meskipun harga jual rata-rata sedikit turun dari US$1,66/mscf menjadi US$1,52/mscf. Pertumbuhan ini menunjukkan ekspansi hilir yang semakin kokoh.
Bagi pelaku pasar Indonesia, pencapaian Aradel menjadi cerminan potensi konsolidasi di sektor migas. Nigeria, seperti Indonesia, menghadapi tantangan penurunan produksi alami dan kebutuhan investasi besar untuk mempertahankan output. Strategi Aradel yang mengakuisisi saham pengendali di perusahaan eksisting dapat menjadi referensi bagi perusahaan migas nasional untuk memperkuat cadangan tanpa harus memulai eksplorasi dari nol.
Dewan direksi telah menyetujui pembayaran dividen final N23 per saham, yang akan dibayarkan secara elektronik pada 31 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham per 9 Juli 2026. Total dividen untuk tahun buku 2025 mencapai N33 per saham, termasuk dividen interim yang telah dibayarkan sebelumnya.
Memasuki tahun fiskal 2026, Falade mengatakan fokus perusahaan adalah mengkonsolidasikan portofolio yang diperluas untuk meningkatkan skala operasional, efisiensi aset, dan diversifikasi pendapatan. Target jangka panjang Aradel adalah meningkatkan produksi guna menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham. Pertanyaannya, mampukah Aradel mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah volatilitas harga minyak global dan tekanan transisi energi?


