Atalanta Lepas El Bilal Touré ke Parma: Pinjaman dengan Opsi Pembelian €11,5 Juta
Baca dalam 60 detik
- Atalanta resmi mengirim El Bilal Touré ke Parma dengan skema pinjaman satu musim plus opsi pembelian senilai total €11,5 juta, yang berpotensi menjadi kewajiban jika Parma bertahan di Serie A.
- Kesepakatan ini menandai akhir dari periode sulit Touré di Bergamo, di mana ia hanya tampil 17 kali dan mencetak tiga gol akibat cedera panjang.
- Parma mendapatkan penyerang muda berusia 24 tahun dengan biaya yang relatif terjangkau, sementara Atalanta masih menyimpan 15% hak atas penjualan di masa depan.

Atalanta secara resmi melepas penyerang El Bilal Touré ke Parma dengan skema pinjaman selama satu musim, disertai opsi pembelian yang dapat berubah menjadi kewajiban dengan total nilai mencapai €11,5 juta plus bonus. Kesepakatan ini dikonfirmasi oleh sejumlah sumber terpercaya, termasuk Sportitalia, Sky Sport Italia, dan pakar transfer Fabrizio Romano, pada Rabu (14/8).
Touré dijadwalkan menjalani tes medis di Parma pada Kamis (15/8) sebelum menandatangani kontrak. Struktur kesepakatan melibatkan biaya pinjaman sebesar €1,5 juta untuk satu musim, dengan opsi pembelian senilai €10 juta. Opsi tersebut akan berubah menjadi kewajiban apabila Parma berhasil bertahan di Serie A dan Touré memenuhi jumlah penampilan tertentu. Selain itu, Atalanta juga menyertakan klausul 15% dari hasil penjualan di masa depan.
Kepindahan ini menjadi babak baru bagi Touré, yang sebelumnya memegang rekor sebagai pembelian termahal dalam sejarah Atalanta. Ia direkrut dari UD Almeria pada Juli 2023 dengan biaya €30,2 juta, namun kariernya di Bergamo langsung terganggu oleh cedera serius. Akibatnya, ia hanya mampu tampil dalam 17 pertandingan kompetitif untuk La Dea, dengan kontribusi tiga gol dan satu assist. Sebelumnya, ia sempat dipinjamkan ke VfB Stuttgart dan Besiktas, tetapi tak pernah benar-benar menunjukkan potensinya.
Bagi Parma, kedatangan Touré menjadi suntikan amunisi di lini depan. Klub yang baru promosi ke Serie A ini jelas membutuhkan penyerang tajam untuk bersaing di kasta tertinggi Italia. Dengan biaya yang relatif terjangkau, Parma mengambil risiko yang terukur: jika Touré mampu tampil konsisten dan membantu tim bertahan di Serie A, maka opsi pembelian akan menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan.
Dari perspektif Indonesia, transfer ini menarik untuk dicermati karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mengelola risiko finansial. Skema pinjaman dengan opsi pembelian yang bersyarat menjadi pola umum di pasar transfer, terutama bagi pemain yang belum membuktikan diri setelah cedera. Hal ini juga relevan bagi penggemar sepak bola Indonesia yang kerap mengikuti perkembangan pemain-pemain muda berbakat di liga Eropa, termasuk potensi pemain naturalisasi yang mungkin mengikuti jejak serupa.
Bagi Atalanta, melepas Touré dengan harga yang jauh lebih rendah dari nilai belinya merupakan langkah realistis untuk memangkas kerugian. Klub asal Bergamo itu tampaknya sudah move on dan fokus pada pemain lain yang lebih siap bersaing. Sementara itu, Touré mendapatkan kesempatan emas untuk menghidupkan kembali kariernya di lingkungan yang baru. Pertanyaannya kini: mampukah ia memanfaatkan peluang ini dan membuktikan bahwa nilai €30 juta yang pernah dibayarkan Atalanta tidak sia-sia? Jawabannya akan terjawab di musim kompetisi Serie A yang akan datang.



