Kapitalisasi Bursa Nigeria Melonjak Rp 46 Triliun: Airtel dan Konversi Utang Ellah Lakes Jadi Pendorong
Baca dalam 60 detik
- Nilai kapitalisasi pasar Nigerian Exchange (NGX) melesat N1,64 triliun setelah Ellah Lakes mencatatkan saham hasil konversi utang dan Airtel Africa memicu aksi beli investor.
- Indeks harga saham gabungan NGX naik 1,06% ke level 240.743,19, dengan volume transaksi meningkat 18,72% dan nilai transaksi naik 7,82%.
- Sektor asuransi memimpin penguatan sektoral dengan kenaikan 2,84%, sementara sektor minyak dan gas menjadi satu-satunya yang terkoreksi 0,09%.

Bursa efek Nigeria mencatat lonjakan kapitalisasi pasar hingga N1,64 triliun pada Selasa (14/5), didorong oleh pencatatan saham baru hasil konversi utang Ellah Lakes dan aksi beli besar-besaran terhadap saham Airtel Africa. Indeks harga saham gabungan NGX naik 1,06% ke level 240.743,19, sementara kapitalisasi pasar bertambah 1,07% menjadi N154,48 triliun.
Lonjakan ini terutama dipicu oleh pencatatan 2,25 miliar saham biasa Ellah Lakes yang berasal dari konversi utang senilai N6,31 miliar dengan harga N2,80 per saham. Langkah korporasi tersebut menambah jumlah saham beredar dan memperkuat basis modal perusahaan, sekaligus memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar. Analis menilai aksi ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek emiten di tengah musim laporan keuangan.
Selain Ellah Lakes, saham Airtel Africa (ticker: AIRTELAFRI) menjadi motor utama penguatan indeks. Minat beli yang kuat juga terlihat pada saham-saham perbankan seperti GTCO, ACCESSCORP, dan ZENITHBANK, serta FIRSTHOLDCO dan WAPCO. Total 33 saham berhasil ditutup di zona hijau, berbanding 22 saham yang melemah. Aktivitas perdagangan tercatat meningkat signifikan: volume transaksi naik 18,72% menjadi 564,91 juta unit, dengan nilai transaksi mencapai N39,35 miliar dalam 49.230 deal.
Dari sisi sektoral, empat dari lima sektor utama berhasil ditutup menguat. Sektor asuransi memimpin dengan kenaikan 2,84%, disusul sektor barang konsumen dan perbankan yang sama-sama naik 0,18%, serta sektor barang industri yang menguat 0,07%. Sektor minyak dan gas menjadi satu-satunya yang terkoreksi, turun tipis 0,09%. Sementara itu, saham FIDELITYBK menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan kontribusi 10,54% terhadap total volume, disusul ZENITHBANK (8,80%), DANGSUGAR (7,66%), CHAMS (7,02%), dan ACCESSCORP (5,45%).
Di papan top gainers, GUINEAINS dan AIRTELAFRI memimpin dengan kenaikan masing-masing 10,00%, diikuti INTENEGINS (+9,89%), TRIPPLEG (+9,82%), dan CORNERST (+9,76%). Sebaliknya, REDSTAREX menjadi top losers dengan penurunan 9,96%, disusul PREMPAINTS (-9,93%), TRANSEXPR (-9,82%), ROYALEX (-9,38%), dan ABBEYBDS (-9,29%).
Kinerja positif bursa Nigeria ini menjadi indikasi membaiknya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi negara tersebut, terutama setelah serangkaian kebijakan reformasi pasar modal. Namun, volatilitas masih membayangi, terutama di sektor minyak dan gas yang sensitif terhadap pergerakan harga komoditas global. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah momentum ini dapat bertahan hingga akhir kuartal kedua, atau hanya sekadar reli sementara yang dipicu oleh aksi korporasi sesaat.



