GlobalFoundries Lampaui Target Pendapatan Kuartal II Berkat Chip AI
Baca dalam 60 detik
- Produsen chip khusus GlobalFoundries mencatat pendapatan kuartal II sebesar 1,79 miliar dolar AS, melampaui ekspektasi analis di tengah melonjaknya permintaan chip untuk pusat data AI.
- Permintaan chip silikon fotonik yang mempercepat transfer data di dalam pusat data AI menjadi pendorong utama kinerja keuangan perusahaan.
- Perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal III sekitar 1,89 miliar dolar AS, sejalan dengan perkiraan pasar, namun arus kas bebasnya tercatat negatif.

GlobalFoundries, salah satu produsen chip khusus terbesar di dunia, berhasil membukukan pendapatan kuartal kedua yang melampaui perkiraan analis. Pada Rabu (5/8), perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat ini mengumumkan pendapatan sebesar 1,79 miliar dolar AS, sedikit di atas konsensus pasar yang mematok angka 1,77 miliar dolar AS. Kinerja ini tidak lepas dari meningkatnya belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang mendorong permintaan chip silikon fotonik, komponen penting untuk mempercepat transfer data di pusat data AI.
Laba per saham disesuaikan (adjusted EPS) perusahaan mencapai 46 sen, lebih tinggi dari estimasi analis yang sebesar 44 sen. Angka ini menunjukkan bahwa efisiensi operasional GlobalFoundries tetap terjaga di tengah persaingan ketat industri semikonduktor. Perusahaan yang memproduksi chip khusus untuk komunikasi, pusat data, otomotif, industri, dan elektronik konsumen ini juga memberikan panduan pendapatan kuartal ketiga sebesar 1,89 miliar dolar AS dengan toleransi plus minus 25 juta dolar AS, hampir sejalan dengan perkiraan analis yang mencapai 1,88 miliar dolar AS.
Fokus GlobalFoundries pada chip silikon fotonik menjadi pembeda utama di tengah gencarnya investasi AI global. Teknologi ini menggunakan cahaya sebagai pengganti sinyal listrik untuk memindahkan data lebih cepat di dalam pusat data AI, menjawab kebutuhan komputasi berkinerja tinggi yang semakin masif. Menurut analis industri, permintaan terhadap chip jenis ini diprediksi terus tumbuh seiring dengan ekspansi pusat data AI di berbagai negara, termasuk Indonesia yang mulai mengembangkan ekosistem digital dan AI.
Meski pendapatan dan laba menunjukkan tren positif, arus kas bebas (free cash flow) perusahaan justru tercatat negatif 3 juta dolar AS pada kuartal ini, berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai positif 277 juta dolar AS. Kondisi ini mengindikasikan bahwa belanja modal perusahaan untuk ekspansi kapasitas produksi, termasuk fasilitas baru di Singapura, masih tinggi. Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk mengamankan posisi di pasar chip AI yang kompetitif.
Di sisi lain, GlobalFoundries juga tengah menghadapi sengketa hukum dengan pesaingnya, Tower Semiconductor asal Israel. Pada Maret lalu, perusahaan menggugat Tower Semiconductor atas dugaan pelanggaran 11 paten terkait proses manufaktur chip untuk ponsel pintar dan perangkat elektronik lainnya. Kasus ini menambah dinamika persaingan di industri semikonduktor global, yang juga berdampak pada rantai pasok chip di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang mulai menarik investasi di sektor ini.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi sinyal penting. Sebagai negara dengan pasar digital yang tumbuh pesat, kebutuhan akan chip khusus untuk infrastruktur AI dan telekomunikasi diprediksi meningkat. Pemerintah Indonesia sendiri tengah mendorong hilirisasi industri dan pengembangan ekosistem semikonduktor, meski masih dalam tahap awal. Kehadiran pemain global seperti GlobalFoundries yang memperkuat kapasitas produksi di kawasan ini dapat membuka peluang kerja sama dan transfer teknologi bagi industri lokal.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah pertumbuhan pendapatan GlobalFoundries dapat berkelanjutan di tengah fluktuasi permintaan chip global dan tekanan arus kas. Dengan belanja modal yang tinggi, perusahaan perlu memastikan bahwa investasi yang dilakukan saat ini akan menghasilkan imbal hasil yang sepadan di masa mendatang. Sementara itu, sengketa paten dengan Tower Semiconductor juga akan menjadi ujian bagi strategi perlindungan kekayaan intelektual perusahaan di tengah persaingan yang semakin sengit.



