Harry Kane Bangkit: Dua Gol ke Gawang Kroasia Buktikan Ketajaman Sang Kapten
Baca dalam 60 detik
- Harry Kane mencetak dua gol saat Inggris mengalahkan Kroasia 4-2 di laga perdana Piala Dunia 2026, kontras dengan start lambatnya di Qatar 2022.
- Penampilan impresif Kane tak lepas dari peran pelatih Thomas Tuchel yang memanfaatkannya seperti di Bayern Munich, dengan dukungan gelandang agresif.
- Kane kini menjadi kandidat kuat peraih Sepatu Emas kedua, bersaing dengan Mbappe, Haaland, dan Messi, sekaligus menjadi tumpuan utama Inggris.

Harry Kane akhirnya memecahkan kebuntuan di Piala Dunia 2026. Kapten timnas Inggris itu mencetak dua gol saat mengalahkan Kroasia 4-2 dalam laga perdana Grup L, Rabu (12/6) waktu setempat. Penampilan ini kontras dengan start lambatnya di Qatar 2022, saat ia butuh empat pertandingan dan 269 menit untuk melepaskan tembakan tepat sasaran.
Legenda Inggris Alan Shearer menilai perubahan drastis Kane tidak lepas dari sentuhan pelatih Thomas Tuchel. โTuchel tahu cara memaksimalkan Kane karena pernah menanganinya di Bayern Munich. Sekarang Inggris memainkannya seperti di klub,โ ujar Shearer kepada BBC Sport. Saat Kane turun ke tengah mencari bola, pemain seperti Noni Madueke, Jude Bellingham, atau Anthony Gordon langsung berlari menusuk pertahanan lawan, menciptakan ruang dan peluang.
Kondisi fisik Kane juga disebut jauh lebih prima. Setelah tampil lesu di Qatar dan kurang fit di Euro 2024, ia datang ke turnamen ini dengan modal 61 gol dalam satu musim bersama Bayern. โDia lebih kuat, lebih tajam, dan percaya diri,โ tambah Shearer. Kane sendiri mengaku mencetak 20 gol lebih banyak dari musim-musim sebelumnya.
Kane menjadi sorotan karena langsung mencetak gol di menit ke-12, mengakhiri rasa frustrasi setelah menyaksikan Mbappe, Haaland, dan Messi mencetak banyak gol di laga-laga awal. โSebagai striker, start bagus sangat penting. Kane pasti lega,โ kata Shearer, yang juga pernah mencetak gol di laga perdana Piala Dunia 1998. Kini dengan lawan Ghana dan Panama selanjutnya, peluang Kane menambah pundi-pundi gol terbuka lebar.
Namun, persaingan Sepatu Emas belum usai. Mbappe, Haaland, dan Messi juga dalam performa terbaik. Shearer mengingatkan bahwa Kane harus konsisten jika ingin menjadi pemain pertama yang meraih Sepatu Emas dua kali. โDia akan mati-matian mengejar rekor itu. Tapi Mbappe juga sama,โ ujarnya.
Bagi Indonesia, performa Kane menjadi tontonan menarik karena banyak penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti Piala Dunia. Keberhasilan Inggris dengan skema Tuchel bisa menjadi referensi bagi timnas Indonesia yang kerap mengandalkan satu striker utama. Pertanyaan besarnya: bisakah Kane membawa Inggris melaju jauh, atau justru kembali gagal di fase krusial?



