Arsenal Siapkan Dana Rp2 Triliun untuk Duet Alvarez-Rogers di Lini Depan
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan Morgan Rogers (Aston Villa) untuk kontrak hingga 2031, dengan nilai transfer mencapai £100 juta.
- Julian Alvarez, striker Atletico Madrid, menjadi target utama Arsenal jika gagal pindah ke Barcelona; sang pemain disebut 'sangat terbuka' kembali ke Premier League.
- Duet Alvarez dan Rogers dinilai mampu mengatasi kelemahan serangan Arsenal yang terlalu lambat dan mudah ditebak musim lalu.

Arsenal tidak hanya membidik satu, melainkan dua pemain bintang untuk memperkuat lini depan mereka pada bursa transfer musim panas ini. Klub asal London Utara itu dilaporkan telah menyelesaikan negosiasi personal dengan Morgan Rogers, gelandang serang Aston Villa, dan masih memburu Julian Alvarez dari Atletico Madrid—sebuah rencana yang jika terwujud akan mengubah peta kekuatan Premier League.
Menurut laporan yang beredar di Italia pekan ini, Rogers telah menyetujui kontrak berdurasi lima tahun hingga 2031. Kini, direktur olahraga Arsenal Andrea Berta tinggal menuntaskan negosiasi antar-klub dengan Aston Villa, yang membanderol pemain internasional Inggris itu sekitar £100 juta. Langkah ini menjadi prioritas Arsenal karena situasi transfer Alvarez masih rumit.
Alvarez, yang musim lalu mencetak 20 gol untuk Atletico, telah menyatakan keinginan pindah ke Barcelona. Namun, raksasa Catalan itu belum mampu memenuhi tuntutan finansial Atletico, sementara Real Madrid juga telah ditolak dengan tawaran £130 juta. Jika Barcelona gagal, Arsenal menjadi opsi paling realistis bagi pemain berusia 26 tahun tersebut. Andrea Berta, yang pernah menjadi perantara transfer Alvarez dari Manchester City ke Atletico, disebut telah menjalin komunikasi intensif dengan kubu pemain sejak setahun lalu.
Kombinasi Alvarez dan Rogers diyakini mampu menyelesaikan masalah kronis Arsenal: serangan yang lambat dan mudah diprediksi. Musim lalu, meski berhasil merebut gelar liga, permainan Arsenal kerap mandek di sepertiga akhir lapangan. Rogers, yang dijuluki 'maverick' karena keberaniannya melakukan dribel dan mengubah tempo, diharapkan menjadi katalis. Sementara Alvarez, yang oleh mantan pemain Chelsea Joe Cole disebut sebagai 'calon peraih Ballon d'Or', unggul dalam menciptakan peluang dan menghubungkan permainan—ia berada di persentil ke-9 terbaik di Eropa untuk expected threat dalam fase build-up.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub besar Eropa kini berani menggelontorkan dana besar untuk pemain muda berbakat. Rogers, yang baru berusia 22 tahun, menjadi contoh nyata bagaimana Premier League menjadi ladang subur bagi talenta lokal. Sementara Alvarez, yang sempat bersinar di Manchester City, membuktikan bahwa pemain Amerika Selatan tetap menjadi komoditas panas di bursa transfer.
“Rogers adalah pemain yang tidak terduga. Ia bisa mengubah jalannya pertandingan dengan satu momen magis. Alvarez memiliki karakter serupa. Duet ini bisa menjadi jawaban Arsenal untuk bersaing di Liga Champions,” ujar seorang analis sepak bola Eropa yang enggan disebut namanya.
Namun, masih ada ganjalan. Atletico Madrid tidak berniat melepas Alvarez ke klub Spanyol lainnya, dan Barcelona belum menunjukkan keseriusan finansial. Jika Alvarez gagal direkrut, Arsenal tetap memiliki opsi Rogers sebagai investasi jangka panjang. Pertanyaannya, mampukah Andrea Berta menyatukan dua profil pemain yang sama-sama haus akan ruang gerak dan bola? Atau justru akan terjadi benturan peran di lini depan?



