Jelang HUT Bhayangkara ke-80, Kapolri Ziarahi Makam Tiga Presiden: Gus Dur, Soekarno, Soeharto
Baca dalam 60 detik
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan ziarah ke makam Presiden Soekarno, Gus Dur, dan Soeharto sebagai rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
- Ziarah ini menjadi tradisi Polri untuk menyerap nilai kepemimpinan para pendiri bangsa dan memperkuat semangat pengabdian institusi.
- Rangkaian ziarah akan diakhiri di Taman Makam Pahlawan Kalibata, menegaskan komitmen Polri menjaga amanah negara.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memulai rangkaian ziarah ke makam para mantan presiden Republik Indonesia menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Sabtu (20/6/2026). Setelah mengunjungi makam Presiden ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Kapolri melanjutkan perjalanan ke makam Presiden pertama Soekarno di Kota Blitar, Jawa Timur. Agenda ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi bagi institusi Polri untuk menggali nilai-nilai kebangsaan dari para pemimpin terdahulu.
Dalam keterangannya, Sigit menyebut ziarah ini merupakan tradisi tahunan yang bertujuan menyerap semangat perjuangan para pendiri bangsa. “Tadi pagi, kami berziarah ke makam almarhum Presiden Gus Dur. Dan Alhamdulillah, sekarang kami melaksanakan ziarah ke makam almarhum Presiden Soekarno. Dan setelah ini kami akan melanjutkan ke makam Bapak Presiden Soeharto dan selanjutnya akan kami tutup ke Taman Makam Pahlawan Kalibata,” ujar Sigit. Rangkaian ini menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat akan amanah besar yang diemban Polri.
Menurut Sigit, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pemimpin bangsa memiliki relevansi langsung dengan tantangan tugas Polri saat ini. “Tentunya rangkaian kegiatan yang kami laksanakan kali ini merupakan bagian dari tradisi kami untuk bisa menyerap dan menggali nilai-nilai dari para pemimpin bangsa yang tentunya ini sangat penting khususnya bagi institusi Polri,” tegasnya. Ia menambahkan, semangat pengabdian dan kebangsaan harus terus dijaga oleh seluruh anggota Polri sebagai landasan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan melayani masyarakat.
Bagi masyarakat Indonesia, ziarah ini mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai luhur bangsa di tengah dinamika politik dan sosial. Polri, sebagai institusi keamanan, tidak hanya bertugas menegakkan hukum tetapi juga menjadi perekat kebangsaan. Langkah Sigit mengunjungi makam presiden dari berbagai latar belakang—nasionalis, religius, dan militer—menunjukkan upaya merangkul seluruh spektrum sejarah bangsa.
Ke depan, tradisi ini diharapkan terus memperkuat legitimasi moral Polri di mata publik. “Demikian juga ini menjadi sesuatu kekuatan, sesuatu hal yang positif untuk terus kami kembangkan sebagai spirit untuk institusi Polri, agar terus bisa melaksanakan apa yang menjadi amanah institusi, amanah masyarakat, bangsa, dan negara,” ucap Sigit. Pertanyaannya, apakah ritual tahunan ini akan diikuti dengan aksi nyata peningkatan kualitas pelayanan dan penegakan hukum yang berkeadilan?



