Bos AC Milan Gerry Cardinale Hadiri Sidang FIGC, Sinyal Keterlibatan Langsung di Sepak Bola Italia
Baca dalam 60 detik
- Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, akan hadir dalam sidang elektoral FIGC di Roma pada 22 Juni, menandai peningkatan kehadirannya di sepak bola Italia.
- Langkah ini diambil setelah musim yang mengecewakan bagi Rossoneri, yang gagal lolos ke Liga Champions, dan menjadi bagian dari restrukturisasi manajemen klub.
- Kehadiran Cardinale dianggap sebagai sinyal komitmen jangka panjang, sekaligus upaya memperkuat posisi AC Milan di kancah domestik dan Eropa.

Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, dijadwalkan terbang ke Roma pada Senin (22 Juni) untuk mewakili klub dalam sidang elektoral Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Langkah ini menjadi sinyal tegas bahwa pengusaha Amerika itu ingin lebih terlibat langsung dalam dinamika sepak bola Italia, terutama setelah musim yang penuh gejolak bagi Rossoneri.
Menurut laporan SportMediaset yang dikutip CalcioMercato, Cardinale akan hadir di Rome Cavalieri Waldorf Astoria Hotel, tempat berlangsungnya pemilihan presiden FIGC yang mempertemukan dua kandidat, Giancarlo Abete dan Giovanni Malagรฒ. Selain itu, sidang tersebut juga akan memilih anggota dewan federal baru. Kehadiran Cardinale di acara ini menandai perubahan pendekatan dari sang pemilik yang sebelumnya jarang tampil di forum-forum resmi sepak bola Italia.
Keputusan Cardinale untuk hadir tidak terlepas dari musim buruk AC Milan yang gagal lolos ke Liga Champions. Dalam beberapa pekan terakhir, ia telah menghadiri dua pertandingan terakhir musim ini, yakni laga tandang melawan Genoa dan kekalahan kandang dari Cagliari, sebagai bentuk solidaritas kepada tim. Langkah ini dinilai sebagai upaya meredam kritik para suporter yang kecewa dengan performa klub.
Di luar kehadirannya di FIGC, Cardinale juga tengah mempercepat restrukturisasi manajemen AC Milan. Setelah mengonfirmasi Ruben Amorim sebagai pelatih kepala, ia kini berfokus pada perekrutan direktur olahraga dan direktur teknis untuk melengkapi struktur kepemimpinan baru di klub. Langkah ini menunjukkan bahwa Cardinale tidak hanya ingin tampil sebagai figur simbolis, tetapi juga terlibat langsung dalam pengambilan keputusan strategis.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kehadiran Cardinale di sidang FIGC merupakan sinyal bahwa pemilik asing mulai mengambil peran lebih aktif dalam politik sepak bola lokal. Selama ini, banyak klub Serie A yang dimiliki investor asing cenderung absen dari forum-forum federasi. Namun, dengan kegagalan AC Milan lolos ke Liga Champions, Cardinale tampaknya menyadari perlunya membangun pengaruh di level institusi untuk melindungi kepentingan klub.
Di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati mengingat semakin banyaknya investor asing yang masuk ke sepak bola Eropa. Model kepemilikan ala RedBird, yang menggabungkan pendekatan bisnis modern dengan keterlibatan langsung, bisa menjadi referensi bagi klub-klub di Asia Tenggara yang ingin meningkatkan daya saing. Namun, tantangan seperti adaptasi dengan budaya sepak bola lokal dan tekanan dari suporter tetap menjadi ujian utama.
"Kehadiran Cardinale di FIGC adalah langkah cerdas untuk memastikan suara AC Milan didengar dalam pengambilan keputusan federasi," ujar analis sepak bola Italia, Matteo Bonetti, dalam komentarnya.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah langkah Cardinale ini akan cukup untuk mengembalikan kejayaan AC Milan. Dengan kompetisi Serie A yang semakin ketat dan dominasi klub-klub seperti Inter Milan dan Juventus, Rossoneri membutuhkan lebih dari sekadar kehadiran pemilik di forum federasi. Konsistensi di lapangan dan manajemen yang solid menjadi kunci untuk bersaing di level tertinggi.



