Gattuso Resmi Tangani Lazio: Tantangan Baru di Tengah Karier yang Belum Stabil
Baca dalam 60 detik
- Gennaro Gattuso, yang gagal membawa Italia ke Piala Dunia 2026, kini menukangi Lazio menggantikan Maurizio Sarri.
- Lazio finis di peringkat sembilan Serie A musim lalu dan kalah di final Coppa Italia, menjadi pekerjaan rumah besar bagi Gattuso.
- Keputusan ini membuka spekulasi soal masa depan kursi pelatih Timnas Italia yang masih diisi pelatih sementara.

Gennaro Gattuso resmi ditunjuk sebagai manajer baru Lazio, menggantikan Maurizio Sarri yang dipecat pada Mei lalu. Langkah ini menjadi babak baru bagi pelatih berusia 48 tahun itu setelah ia meninggalkan kursi pelatih Timnas Italia akibat gagal melaju ke Piala Dunia 2026.
Lazio, yang musim lalu hanya mampu finis di posisi kesembilan klasemen Serie A dan kalah di final Coppa Italia dari Inter Milan, berharap pengalaman serta determinasi Gattuso bisa membawa tim kembali ke jalur kemenangan. Dalam pernyataan resmi klub, manajemen menyambut hangat kedatangan Gattuso dan yakin kemampuannya akan membantu mewujudkan target-target olahraga klub.
Bagi Gattuso, ini adalah kesempatan untuk membuktikan diri setelah masa-masa sulit bersama tim nasional. Sebelumnya, ia pernah membawa Napoli meraih gelar Coppa Italia pada 2020, sebuah pencapaian yang menjadi salah satu bukti kapasitasnya sebagai pelatih. Namun, kegagalan di level internasional membuat reputasinya sedikit tercoreng.
Di sisi lain, situasi di Timnas Italia masih belum menentu. Hingga kini, FIGC belum menunjuk pelatih tetap pengganti Gattuso. Sejak April, tim dipegang oleh pelatih sementara Silvio Baldini. Media Italia ramai mengaitkan nama Roberto Mancini—yang sukses membawa Italia juara Euro 2020—dengan kemungkinan kembali menangani Gli Azzurri.
Keputusan Gattuso bergabung dengan Lazio juga menarik perhatian di Indonesia, mengingat banyak penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti perkembangan Serie A. Lazio sendiri memiliki basis suporter yang cukup besar di Indonesia, terutama sejak era kepemimpinan Alessandro Nesta dan kemudian Miroslav Klose. Kedatangan Gattuso diharapkan bisa menghidupkan kembali persaingan di papan atas Serie A, yang musim lalu didominasi oleh Inter, AC Milan, dan Juventus.
Namun, tantangan Gattuso tidaklah ringan. Ia harus membangun kembali kepercayaan diri para pemain Lazio yang sempat menurun, serta memperbaiki performa tim yang inkonsisten. Selain itu, tekanan dari suporter yang haus gelar juga akan menjadi ujian tersendiri. Apakah Gattuso mampu mengulang suksesnya bersama Napoli, atau justru akan kembali gagal seperti saat menangani Italia? Hanya waktu yang bisa menjawab.



