Materazzi Dukung Mancini Kembali Tangani Italia, Mourinho Dinilai Bisa Tekan Barcelona
Baca dalam 60 detik
- Marco Materazzi menilai Roberto Mancini sebagai solusi potensial untuk menangani timnas Italia setelah hengkang beberapa tahun lalu.
- Materazzi yakin Jose Mourinho akan mengubah keseimbangan dan memberikan tekanan pada Barcelona sebagai pelatih anyar Real Madrid.
- Mantan bek Inter itu juga melontarkan sindiran kepada Zlatan Ibrahimovic terkait masalah AC Milan yang gagal lolos ke Liga Champions.

Marco Materazzi, bek legendaris Italia yang menjadi pahlawan Piala Dunia 2006, memberikan pandangannya mengenai dua isu besar sepak bola Eropa: potensi kembalinya Roberto Mancini sebagai pelatih timnas Italia dan dampak kedatangan Jose Mourinho di Real Madrid terhadap rivalitas dengan Barcelona.
Dalam wawancara dengan Corriere dello Sport, Materazzi mengomentari kemungkinan Mancini kembali menukangi Gli Azzurri setelah mundur pada 2023. "Jika dia memiliki keinginan untuk kembali dan memikul tanggung jawab besar, dia bisa menjadi bagian penting dari solusi," ujar Materazzi yang pernah bermain di bawah asuhan Mancini di Inter Milan. Menurutnya, pengalaman Mancini menangani timnas sebelumnya—termasuk membawa Italia juara Euro 2020—menjadi modal berharga untuk membangkitkan kembali performa Italia yang sempat terpuruk setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2022.
Materazzi juga menyoroti kepulangan Mourinho ke Real Madrid untuk periode kedua. Ia menilai pelatih asal Portugal itu adalah sosok yang tepat untuk Los Blancos meskipun gaya bermainnya tidak selalu menghibur. "Dia akan memecah keseimbangan dan memberikan tekanan pada Barcelona," tegas Materazzi. Mourinho sebelumnya menangani Madrid dari 2010 hingga 2013, memenangkan La Liga pada 2012 dengan rekor 100 poin. Kedatangannya kembali terjadi di tengah dominasi Barcelona di bawah Xavi Hernandez, yang baru saja mempertahankan gelar liga.
Tak hanya soal timnas dan Real Madrid, Materazzi juga melontarkan sindiran kepada rival sekota Inter, AC Milan. Rossoneri gagal lolos ke Liga Champions musim lalu dan masih dalam proses mencari direktur olahraga baru setelah memecat Giorgio Furlani, Igli Tare, dan Geoffrey Moncada. Materazzi sebelumnya menyebut Zlatan Ibrahimovic, penasihat RedBird, sebagai "fans Inter terbesar dalam sejarah". Ketika ditanya solusi untuk masalah Milan, ia menjawab dengan nada bercanda: "Bahkan jika saya punya solusi, sebagai fans Inter, saya tidak akan mengatakannya."
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik karena banyak pemain dan pelatih Italia yang memiliki basis penggemar di Tanah Air. Kembalinya Mancini bisa memengaruhi strategi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dalam membangun tim yang kompetitif untuk Piala Dunia 2026. Sementara itu, persaingan Mourinho dengan Barcelona juga kerap menjadi sorotan di liga-liga Eropa yang ditayangkan di Indonesia.
Ke depan, keputusan FIGC akan menentukan apakah Mancini benar-benar kembali atau federasi memilih pelatih lain. Di sisi lain, Mourinho harus segera membuktikan bahwa ia masih mampu membawa Madrid ke puncak, terutama dengan kehadiran Kylian Mbappe yang baru bergabung. Akankah tekanan Mourinho cukup untuk menggoyang dominasi Barcelona? Atau justru sebaliknya, El Clasico akan semakin sengit?



