PSSI Tambah Amunisi Baru: Luke Vickery dan Mitchell Baker Segera Jadi WNI, Dua Nama Lain Menyusul
Baca dalam 60 detik
- PSSI mempercepat naturalisasi Luke Vickery (20 tahun) dan Mitchell Baker (19 tahun) untuk memperkuat lini depan Timnas Indonesia.
- Dua pemain keturunan lainnya, Laurin Ulrich dan Dean Zandbergen, diproyeksikan menyusul dalam waktu dekat untuk menambah daya gedor skuad Garuda.
- Pengamat sepak bola menilai tambahan pemain ini akan membuat Timnas Indonesia semakin kompetitif, terutama di level U-23 dan senior.

PSSI kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun Timnas Indonesia yang kompetitif. Setelah sukses menembus putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, federasi sepak bola nasional kini bersiap menambah amunisi anyar melalui jalur naturalisasi. Luke Vickery dan Mitchell Baker menjadi dua nama terdepan yang akan segera resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), disusul oleh dua pemain potensial lainnya.
Luke Vickery, penyerang berusia 20 tahun yang saat ini membela Macarthur FC di Liga Australia, dan Mitchell Baker, striker 19 tahun dari Colorado Rapids di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat, dijadwalkan menjalani proses naturalisasi dalam waktu dekat. Keduanya diharapkan bisa langsung berkontribusi di bawah asuhan pelatih anyar John Herdman, yang juga menangani tim U-23 Indonesia.
Tak berhenti di situ, PSSI juga telah mengidentifikasi dua pemain keturunan lainnya yang akan menyusul. Mereka adalah Laurin Ulrich, gelandang serang FC Magdeburg yang berusia 21 tahun, dan Dean Zandbergen, striker 24 tahun milik VV-Venlo di kasta kedua Liga Belanda. Ulrich, yang pernah memperkuat tim muda Jerman dari level U-17 hingga U-20, disebut-sebut sudah lama menjadi incaran PSSI.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, yang akrab disapa Ropan, mengapresiasi langkah PSSI ini. Menurutnya, kehadiran pemain-pemain muda berbakat seperti Ulrich akan sangat menguntungkan, terutama karena John Herdman juga memegang kendali tim U-23. "Kita akan sangat kuat karena sudah punya Mathew Baker, Doni Try Pamungkas, dan Marcelino Ferdinan. Banyak pemain yang bisa ditampilkan di U-23 nanti," ujar Ropan melalui kanal YouTube-nya.
Proses naturalisasi yang masif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PSSI untuk membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Sebelumnya, delapan pemain naturalisasi seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan Justin Hubner telah menjadi tulang punggung tim. Kini, dengan tambahan pemain muda yang bermain di liga kompetitif, kedalaman skuad Garuda semakin bertambah.
Jika semua berjalan lancar, Laurin Ulrich dan Dean Zandbergen bisa segera bergabung dan bahkan tampil di ajang FIFA ASEAN Cup yang dimulai pada 21 September mendatang, serta Piala Asia 2027. Ropan menambahkan, "Dean Zandbergen sangat gacor di lini depan dengan 15 gol musim kemarin. Dia pasti sedang menanti untuk bisa memperkuat Timnas Indonesia."
Dengan tambahan pemain-pemain ini, Timnas Indonesia tidak hanya diperkuat di sektor senior, tetapi juga memiliki fondasi kuat untuk tim U-23. Pertanyaannya, akankah langkah cepat PSSI ini mampu mengantarkan Indonesia ke Piala Dunia 2030? Atau justru akan menimbulkan masalah adaptasi di dalam tim? Waktu yang akan menjawab.



