Persik Kediri Harus Bersabar, Stadion Baru GDJ Baru Rampung 2027
Baca dalam 60 detik
- Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) di Kabupaten Kediri memasuki tahap ketiga pemasangan atap, ditargetkan selesai November 2026.
- Proyek multiyears sejak 2023 ini baru akan rampung penuh pada 2027, sehingga Persik Kediri belum bisa menggunakannya sebagai kandang dalam waktu dekat.
- Pemkab Kediri berencana berkonsultasi dengan PSSI agar stadion bisa difungsikan sementara pada 2026 sembari menunggu penyelesaian akhir.

Persik Kediri harus menahan diri untuk bisa bermarkas di stadion anyar. Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) yang tengah dibangun di Kabupaten Kediri baru akan rampung pada 2027, memaksa skuad Macan Putih bersabar lebih lama untuk pindah dari Stadion Brawijaya.
Stadion GDJ yang berlokasi di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, saat ini memasuki tahap ketiga pembangunan. Fase ini difokuskan pada pemasangan atap yang mencakup 70 persen bobot pekerjaan. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengonfirmasi bahwa pekerjaan tahap ketiga berlangsung selama 180 hari, mulai 3 Juni hingga 29 November 2026. Selain atap, pembangunan akses jalan untuk suporter juga menjadi bagian dari tahap ini.
Proyek multiyears yang dimulai pada 2023 ini menelan anggaran Rp57 miliar. Tahap keempat akan dilanjutkan pada 2027 dengan pembangunan jalan kawasan stadion, pemasangan lampu, dan 10.000 kursi penonton. Stadion berkapasitas 15.000 orang ini diharapkan menjadi ikon baru sepak bola di Kediri, namun keterbatasan APBD kabupaten membuat pembangunan harus dilakukan secara bertahap.
Hanindhito menegaskan bahwa pembangunan GDJ tidak bisa disamakan dengan Stadion JIS di Jakarta. "Kita ada di kabupaten. Dana APBD tidak sebesar DKI Jakarta. Stadion GDJ harus dibangun dengan skema multiyears karena kita harus atur APBD untuk sektor prioritas lainnya," ujarnya. Meski demikian, ia berjanji proyek ini tidak akan mangkrak.
Untuk memastikan stadion bisa digunakan secepatnya, Pemkab Kediri berencana berkonsultasi dengan PSSI. "Kami akan konsultasi dengan PSSI. Kira-kira standar minimalnya apa dulu untuk 2026 karena 2027 pembangunan terus dilanjutkan," kata Hanindhito. Langkah ini diambil agar GDJ bisa difungsikan sementara meski belum sepenuhnya selesai.
Selama ini, Persik Kediri masih menggunakan Stadion Brawijaya di Kota Kediri sebagai markas. Kehadiran GDJ diharapkan menjadi venue pendamping yang lebih representatif, apalagi lokasinya dekat dengan Bandara Daha. Namun, dengan target penyelesaian 2027, Persik harus bersabar setidaknya satu musim lagi.
Hanindhito mengimbau kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. "Saya berharap apa yang sudah dituangkan dalam kontrak dapat dipertanggungjawabkan. Saya minta komitmennya dan saya akan awasi karena ini betul-betul ditunggu masyarakat," tegasnya. Stadion GDJ nantinya tidak hanya digunakan untuk sepak bola, tetapi juga kegiatan lain dengan konsep sport, business, dan entertainment.
Pertanyaan besarnya, akankah konsultasi dengan PSSI cukup untuk mengizinkan penggunaan parsial stadion pada 2026? Atau justru Persik harus menunggu hingga seluruh fasilitas rampung? Kepastian ini akan menentukan langkah Persik dalam merencanakan musim depan.



