Persib Bandung Pilih Gerak Senyap di Bursa Transfer: Umuh Muchtar Buka Suara
Baca dalam 60 detik
- Manajemen Persib Bandung belum mengumumkan pemain baru karena masih menunggu finalisasi negosiasi kontrak.
- Komisaris Umuh Muchtar menegaskan kehati-hatian untuk menghindari kesalahpahaman publik jika transfer batal.
- Kerangka tim inti menjadi prioritas utama agar pelatih baru Igor Tolic bisa segera menyusun strategi.

Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer yang membuat sejumlah klub Liga 1 bergerak cepat merekrut pemain anyar, Persib Bandung justru memilih pendekatan berbeda: diam dan hati-hati. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, mengungkapkan bahwa pihaknya belum siap mengumumkan nama-nama baru karena negosiasi masih berlangsung.
Sejauh ini, Persib baru resmi menunjuk Igor Tolic sebagai pelatih kepala menggantikan Bojan Hodak. Di sisi lain, tiga pemain asing—Federico Barba (Italia), Layvin Kurzawa (Prancis), dan Adam Przybek (Wales)—telah dipastikan hengkang. Namun, hingga saat ini belum ada satu pun rekrutan anyar yang diperkenalkan kepada Bobotoh.
Menurut Umuh, keputusan untuk tidak terburu-buru merupakan bentuk tanggung jawab manajemen kepada publik. “Kami masih diam-diam karena belum pasti si A atau si B-nya. Kalau diumumkan sekarang lalu ternyata tidak jadi, itu bisa jadi masalah. Nanti Persib dianggap membohongi publik,” ujarnya saat dihubungi pada Minggu (21/6/2026). Ia menambahkan bahwa proses administrasi dan kesepakatan kontrak harus tuntas sebelum ada pengumuman resmi.
Pendekatan ini kontras dengan klub lain yang kerap mengumumkan pemain baru bahkan sebelum tanda tangan kontrak. Namun bagi Persib, risiko reputasi lebih besar daripada keuntungan publisitas. “Nanti kalau sudah deal baru diberitakan. Jadi tunggu saja, mudah-mudahan secepatnya bisa diumumkan,” tutur Umuh.
Meski belum ada nama baru, Umuh optimistis skuad Maung Bandung musim depan akan terbentuk tepat waktu. Ia menekankan bahwa prioritas utama adalah memastikan kerangka tim inti sudah lengkap saat kompetisi dimulai. “Ya, walaupun tidak lengkap seluruhnya, yang penting pemain-pemain inti dan kebutuhan utama tim sudah lengkap,” tegasnya. Keberadaan pemain inti dinilai krusial agar tim pelatih memiliki gambaran jelas dan bisa segera membangun kekompakan serta strategi permainan.
Bagi Bobotoh, situasi ini mungkin menimbulkan rasa penasaran. Namun, langkah hati-hati Persib bisa menjadi strategi jangka panjang yang lebih matang. Dengan tidak tergesa-gesa, manajemen berharap bisa mendapatkan pemain yang benar-benar sesuai kebutuhan tanpa tekanan waktu. Pertanyaannya, akankah pendekatan ini berbuah manis saat kompetisi bergulir? Atau justru membuat Persib tertinggal dalam persaingan? Hanya waktu yang akan menjawab.



