Gibran Ajak Lima Mahasiswa Awasi Program Prioritas dari NTT hingga Papua
Baca dalam 60 detik
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membawa serta lima mahasiswa dalam kunjungan kerja ke lima provinsi untuk meninjau program strategis pemerintah.
- Agenda mencakup pemantauan Makan Bergizi Gratis di NTT, pembukaan PENAS Petani Nelayan di Gorontalo, hingga peninjauan infrastruktur dan fasilitas publik di Papua.
- Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat partisipasi generasi muda dalam pembangunan sekaligus memastikan program prioritas berjalan sesuai target.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memulai kunjungan kerja selama empat hari ke lima provinsi, Kamis (18/6/2026), dengan membawa serta lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin melibatkan generasi muda secara langsung dalam mengawal program-program prioritas nasional.
Kelima mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Pelita Harapan, Universitas Sanata Dharma, Universitas Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman, dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI). Sebelum bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Gibran menyampaikan apresiasi atas partisipasi mereka yang dinilai telah menyuarakan aspirasi secara konstruktif. "Kita akan berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua," ujarnya.
Rangkaian kunjungan ini dirancang untuk memastikan program-program unggulan pemerintah berjalan optimal, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Titik pertama adalah Nusa Tenggara Timur, di mana Gibran dijadwalkan meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ende. Selain itu, ia juga akan melihat rencana pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dan berdialog dengan masyarakat setempat.
Di Gorontalo, Gibran akan membuka Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026. Acara ini menjadi ajang strategis untuk mendorong produktivitas sektor pertanian dan perikanan. Ia juga dijadwalkan meninjau Bendungan Bulango Ulu, infrastruktur yang diharapkan memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Perjalanan berlanjut ke Papua Barat, dengan agenda meninjau Sentra Produksi Kakao Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan serta membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV di Manokwari. Hari terakhir kunjungan akan difokuskan di Papua Selatan, tepatnya Kabupaten Asmat, untuk mengecek sejumlah fasilitas publik seperti Museum Asmat, Sekolah Lapang Sagu, RSUD Agats, dan Gereja Katedral Salib Suci.
Bagi Indonesia, keterlibatan mahasiswa dalam kunjungan kerja wakil presiden merupakan langkah yang relatif baru. Ini bisa menjadi model partisipasi publik dalam pengawasan program pemerintah, terutama di daerah terpencil. Namun, efektivitasnya akan tergantung pada sejauh mana masukan dari mahasiswa benar-benar ditindaklanjuti. Pertanyaan yang mengemuka: akankah praktik ini menjadi agenda rutin atau sekadar seremoni belaka?



