Bakti Religi Polda Kepri Sambut Hari Bhayangkara: Bersihkan Masjid, Perkuat Sinergi dengan Umat
Baca dalam 60 detik
- Polda Kepulauan Riau menggelar kerja bakti di Masjid Katijah Sani, Batam, sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
- Kegiatan ini tidak hanya membersihkan tempat ibadah, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan antara polisi, tokoh agama, dan masyarakat.
- Polri berkomitmen terus hadir melalui aksi sosial, sejalan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kepri.

Polda Kepulauan Riau (Kepri) memilih jalur religius dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 dengan menggelar aksi bersih-bersih di Masjid Katijah Sani, Sambau, Batam, Rabu (17/6/2026). Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret mendekatkan institusi kepolisian dengan warga melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan umat.
Sejumlah personel Polda Kepri bersama pengurus masjid bahu-membahu membersihkan lingkungan rumah ibadah. Mulai dari halaman, area wudhu, hingga ruang salat utama disapu dan dipel. Tujuannya jelas: menciptakan suasana nyaman dan kondusif bagi jemaah yang akan beribadah. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara menyambut hari jadi Polri yang jatuh pada 1 Juli mendatang.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, menegaskan bahwa bakti religi ini memiliki dimensi lebih dari sekadar kerja bakti. "Kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial sebagai bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat. Ini juga momentum mempererat hubungan harmonis antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ujarnya.
Pengurus Masjid Katijah Sani menyambut positif inisiatif tersebut. Mereka mengapresiasi kepedulian personel Polri yang turun langsung menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah. Bagi warga sekitar, kehadiran polisi yang membersihkan masjid menjadi simbol bahwa keamanan tidak hanya soal patroli dan penegakan hukum, tetapi juga kepekaan sosial.
Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kepri berkomitmen memperkuat kedekatan dengan masyarakat lewat berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pelayanan publik. Kabid Humas juga mengimbau warga untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi, serta melaporkan potensi gangguan keamanan melalui layanan Polisi 110 yang aktif 24 jam. "Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan profesional," janjinya.
Langkah Polda Kepri ini sejalan dengan tren kepolisian modern yang mengedepankan pendekatan humanis. Di tengah tantangan menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan dan kepulauan, aksi seperti bakti religi diharapkan mampu membangun kepercayaan publik yang lebih kuat. Pertanyaannya, akankah kegiatan serupa diadopsi oleh Polda lain di Indonesia sebagai model sinergi sosial yang efektif?



