Gempa M 6,7 Guncang Palu: Kepanikan Warga Terekam dalam Foto
Baca dalam 60 detik
- Gempa magnitudo 6,7 melanda Palu dan sekitarnya pada Selasa pagi, memicu kepanikan massal.
- Foto-foto yang beredar menunjukkan warga berhamburan keluar rumah dan bangunan saat guncangan terjadi.
- Belum ada laporan korban jiwa, namun gempa ini mengingatkan pada tragedi 2018 yang meluluhlantakkan kota tersebut.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6) pagi, memicu kepanikan di kalangan warga yang berhamburan keluar rumah dan gedung perkantoran. Guncangan yang berlangsung sekitar 10 detik itu terasa kuat hingga ke daerah Donggala dan Sigi, mengingatkan kembali pada trauma gempa dan tsunami dahsyat yang melanda kawasan tersebut pada 2018.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di laut sekitar 20 kilometer barat laut Palu dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun warga tetap diminta waspada terhadap gempa susulan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan bangunan signifikan, meskipun sejumlah foto memperlihatkan warga berlarian panik di jalanan dan pusat perbelanjaan.
Kepanikan yang terekam dalam foto-foto yang diabadikan oleh AFP dan ANTARA menunjukkan bagaimana gempa langsung mengubah aktivitas pagi yang tenang menjadi kekacauan. Seorang warga, Andi (35), menuturkan bahwa ia langsung berlari keluar rumah bersama keluarganya saat merasakan guncangan. โKami masih trauma dengan kejadian 2018, jadi begitu gempa terasa, kami langsung keluar,โ ujarnya.
Gempa ini menjadi pengingat betapa rentannya wilayah Sulawesi Tengah terhadap aktivitas seismik. Palu terletak di dekat Sesar Palu-Koro, salah satu patahan aktif paling berbahaya di Indonesia. Pada 2018, gempa berkekuatan M 7,5 memicu tsunami setinggi 6 meter yang menewaskan lebih dari 4.000 orang. Meski gempa kali ini lebih kecil, dampak psikologisnya tetap besar bagi masyarakat yang masih diliputi trauma.
Pemerintah daerah bersama BPBD setempat telah melakukan evakuasi preventif di beberapa titik, terutama di daerah pesisir. Warga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Sementara itu, jalur evakuasi dan titik kumpul darurat kembali diaktifkan untuk mengantisipasi gempa susulan.
Ke depan, gempa ini menjadi alarm bagi pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat mitigasi bencana di Sulawesi Tengah. Apakah sistem peringatan dini dan infrastruktur tahan gempa sudah memadai? Pertanyaan itu kembali mengemuka di tengah kepanikan yang terekam dalam foto-foto pagi ini.



