HUT Jakarta ke-499: Naik MRT dan TransJakarta Cuma Rp 1, Masuk Ancol-Ragunan Gratis
Baca dalam 60 detik
- Pemprov DKI menetapkan tarif Rp 1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta pada 22, 27, dan 28 Juni 2026.
- Pemegang KTP Jakarta bisa mengakses Ancol, Ragunan, Monas, dan museum secara gratis pada tanggal yang sama.
- Kebijakan ini bertujuan mendorong penggunaan transportasi publik dan merayakan HUT Jakarta ke-499.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kejutan bagi warganya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta. Selama tiga hari pada Juni 2026, tarif sejumlah moda transportasi umum akan ditekan menjadi hanya Rp 1, sementara pintu masuk destinasi wisata ikonik dibuka gratis bagi pemilik KTP Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan kebijakan tersebut berlaku pada 22, 27, dan 28 Juni 2026. Layanan yang termasuk dalam program ini meliputi MRT, LRT Jakarta, TransJakarta, dan JakLingko. โMulai dari LRT, MRT, TransJakarta, JakLingko pada tanggal itu semuanya gratis,โ ujar Pramono di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Tidak hanya transportasi, Pemprov juga menggratiskan akses ke tempat wisata dan ruang publik. Warga yang membawa KTP Jakarta dapat masuk tanpa biaya ke Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, Monumen Nasional (Monas), serta berbagai museum di ibu kota. โItulah kado yang diberikan oleh Pemerintah DKI Jakarta, syaratnya satu, KTP Jakarta,โ tegas Pramono.
Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama karena bertepatan dengan libur panjang akhir pekan. Kepala Taman Margasatwa Ragunan, Bambang, menyebut momen HUT Jakarta sebagai kesempatan memperkuat peran Ragunan sebagai destinasi wisata edukasi. โMelalui tema Jelajah Ragunan, Kenali Satwa, Cintai Jakarta, kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin mengenal kekayaan satwa Indonesia,โ kata Bambang. Ragunan juga akan menyelenggarakan Game Kuis Interaktif Berhadiah bagi pengunjung selama periode tersebut.
Bagi warga Jakarta, program ini tidak hanya menjadi hadiah semata, tetapi juga strategi jangka panjang untuk membiasakan penggunaan transportasi massal. Dengan tarif yang sangat murah, diharapkan minat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum semakin meningkat. Langkah ini sejalan dengan upaya Pemprov mengurangi kemacetan dan polusi udara di ibu kota.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah kebijakan serupa akan diterapkan secara berkala atau hanya bersifat seremonial. Jika berhasil menaikkan jumlah penumpang secara signifikan, bukan tidak mungkin Pemprov mempertimbangkan program tarif khusus di hari-hari tertentu sebagai bagian dari kampanye transportasi berkelanjutan. Warga pun menanti apakah kado HUT ke-500 nanti akan lebih spektakuler lagi.



