Haul Akbar Ulama Betawi di Monas: 20 Ribu Jemaah Siap Hadir, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan
Baca dalam 60 detik
- Pemprov DKI menggelar haul akbar ulama dan habaib Betawi di Monas sebagai puncak HUT ke-499 Jakarta, dihadiri sekitar 20.000 jemaah.
- Gubernur Pramono Anung dan Wagub Rano Karno dijadwalkan melakukan ziarah ke makam ulama Betawi, sementara Dishub menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional.
- Acara ini menjadi momentum memperkuat harmoni keagamaan di tengah keberagaman Jakarta menuju kota global.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar haul akbar ulama dan habaib Betawi di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) pada Jumat (19/6) sore, sebagai puncak peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta. Acara yang diperkirakan dihadiri 20.000 jemaah dari Jakarta dan sekitarnya ini menjadi wujud penghormatan terhadap jasa para ulama dalam dakwah, pendidikan, dan pembangunan sosial.
Mengusung tema "Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global", haul akbar ini dihadiri tokoh ulama dan habaib, termasuk Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi mendalam kepada para ulama Betawi yang telah berkontribusi besar bagi masyarakat.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan gerakan bersih-bersih di 4.443 masjid dan 6.657 musala di seluruh Jakarta. Dilanjutkan dengan ziarah ke makam ulama Betawi, di mana Gubernur Pramono Anung dijadwalkan berziarah ke makam Guru Marzuqi di Cipinang Muara, Jakarta Timur. Sementara itu, Wakil Gubernur Rano Karno akan berziarah ke makam Guru Mughni di Kuningan, Jakarta Selatan. Para wali kota, camat, dan lurah juga melaksanakan ziarah di wilayah masing-masing.
Pada pukul 15.30-17.00 WIB, digelar khotmul Qur'an di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta, melibatkan 60 santri dari Pondok Pesantren Al-Hamidiyah dan Asshiddiqiyah. Puncak acara di Monas berlangsung pukul 17.00-22.00 WIB, dengan imbauan kepada jemaah untuk mengenakan busana putih.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional di sekitar Monas, khususnya di Jalan Medan Merdeka Selatan sisi utara. Kepala Dishub Budi Awaluddin menjelaskan bahwa pengaturan arus lalu lintas dilakukan secara situasional agar tidak mengganggu mobilitas warga. Sejumlah rute alternatif disediakan, seperti dari Harmoni menuju Bundaran HI melalui Jl. Majapahit - Jl. Medan Merdeka Barat - Jl. MH Thamrin, serta dari Bundaran HI menuju Senen melalui Jl. MH Thamrin - Jl. Medan Merdeka Barat - Jl. Majapahit - Jl. Ir H Juanda - Jl. Pos - Jl. DR Sutomo - Jl. Gunung Sahari Raya.
Haul akbar ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga simbol komitmen Jakarta dalam merawat tradisi keagamaan di tengah modernitas. Dengan partisipasi ribuan jemaah dan dukungan penuh pemerintah, acara ini diharapkan memperkuat kohesi sosial dan identitas Betawi sebagai bagian dari wajah Jakarta yang plural. Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah tradisi serupa dapat terus dipertahankan seiring transformasi Jakarta menjadi kota global, tanpa kehilangan akar budaya dan religiusnya.



