BSI Tembus Rp382 Triliun DPK, Ekspansi Dubai-Jeddah Jadi Motor Baru
Baca dalam 60 detik
- PT Bank Syariah Indonesia mencatat dana pihak ketiga Rp382 triliun per April 2026, tumbuh 17,9% year-on-year, didorong kinerja kantor cabang di Dubai.
- Aset BSI Dubai melonjak 80% secara tahunan, dengan kontribusi utama dari pembiayaan korporasi dan layanan trade finance bagi eksportir-importir Indonesia.
- Persiapan pembukaan cabang di Jeddah, Arab Saudi, membuka peluang menggarap ekosistem haji dan umrah yang 84% jemaahnya menggunakan layanan BSI.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) membukukan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp382 triliun pada April 2026, tumbuh 17,90% secara tahunan. Pertumbuhan dua digit ini tidak hanya ditopang oleh dana murah dan pembiayaan yang sehat, tetapi juga oleh ekspansi bisnis di luar negeri, terutama dari kantor cabang Dubai yang asetnya melesat 80% dalam setahun.
Direktur Treasury & International Banking BSI, Firman Nugraha, mengungkapkan bahwa pasar Uni Emirat Arab dan Timur Tengah masih menyimpan potensi besar. โKami optimistis pertumbuhan bisnis Kantor Cabang Layanan Luar Negeri BSI Dubai dapat terus positif tahun ini,โ ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026). Menurut Firman, Dubai berperan sebagai hub internasional bagi banyak perusahaan Indonesia dan global, sehingga kehadiran BSI menjadi jembatan layanan keuangan sekaligus memperkuat kerja sama ekspor-impor.
Sejak 2022, BSI telah mengoperasikan cabang di Dubai. Hingga April 2026, pertumbuhan aset cabang tersebut didominasi oleh corporate financing, treasury, trade finance, dan documentary collection. Layanan ini memfasilitasi eksportir dan importir yang bertransaksi antara Indonesia dan UAE. Keberhasilan di Dubai menjadi fondasi bagi langkah ekspansi berikutnya: pembukaan cabang di Jeddah, Arab Saudi, yang tengah dipersiapkan untuk menggarap ekosistem halal, termasuk haji dan umrah.
Langkah BSI masuk ke Arab Saudi tidak terlepas dari besarnya pangsa pasar jemaah haji dan umrah Indonesia. Setiap tahun, rata-rata 203 ribu jemaah haji diberangkatkan dari Indonesia, dan 83% di antaranya merupakan nasabah BSI. Sementara itu, dari total 1,6 juta jemaah umrah pada 2025, sebanyak 84% menggunakan layanan BSI. Dengan membuka cabang di Jeddah, BSI berharap dapat memperkuat layanan keuangan bagi jemaah dan memperluas bisnis di sektor halal.
Bagi investor dan pelaku pasar di Indonesia, ekspansi BSI ke Timur Tengah menunjukkan strategi pertumbuhan yang tidak hanya mengandalkan pasar domestik. Kinerja cabang Dubai yang tumbuh agresif menjadi indikator bahwa bank syariah pelat merah ini mampu bersaing di kancah global. Namun, tantangan seperti regulasi lokal, persaingan dengan bank-bank internasional, dan fluktuasi ekonomi regional tetap perlu dicermati. Pertanyaan selanjutnya adalah seberapa cepat cabang Jeddah dapat beroperasi dan apakah kontribusinya akan sebesar cabang Dubai dalam mendorong pertumbuhan aset dan laba BSI ke depan.



