Spanyol Hadapi Cabo Verde dengan Keyakinan Penuh: Bisakah 'La Familia' Ulang Sukses 2010?
Baca dalam 60 detik
- Spanyol memulai kampanye Piala Dunia 2026 sebagai salah satu favorit juara, mengusung mentalitas pemenang usai gelar Euro 2024.
- Pelatih Luis de la Fuente menekankan karakter dan kebersamaan tim yang disebutnya 'keluarga' sebagai kunci menghadapi tekanan.
- Laga perdana melawan Cabo Verde menjadi ujian awal bagi skuad muda Spanyol yang haus prestasi di panggung global.
Spanyol mengawali petualangan mereka di Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu kandidat kuat peraih trofi. Keyakinan itu bukan sekadar angin lalu, melainkan buah dari konsistensi performa sejak menjuarai Euro 2024 dua tahun silam. Menghadapi Cabo Verde di Atlanta Stadium, La Roja tidak hanya membawa ambisi, tetapi juga filosofi kebersamaan yang disebut pelatih Luis de la Fuente sebagai 'keluarga'.
Dalam konferensi pers jelang laga, De la Fuente tidak menyembunyikan optimismenya. Ia melihat skuadnya dipenuhi pemain yang haus akan tantangan dan memiliki determinasi tinggi. "Ada kegembiraan, rasa lapar... Mereka adalah pemain yang sangat kompetitif, bertekad untuk selalu melakukan hal yang benar," ujarnya. Pelatih asal Spanyol itu juga menyadari bahwa beberapa pemain akan menjalani debut Piala Dunia, yang justru menjadi energi tambahan.
De la Fuente menegaskan bahwa mentalitas pemenang tidak bisa dibeli, melainkan ditempa melalui kompetisi dan karakter. "Orang sering menggunakan kata-kata indah, tetapi dalam kehidupan nyata, Anda lebih sering kalah daripada menang. Apalagi di sepak bola. Yang terpenting adalah karakter dan sikap yang benar terhadap kompetisi," jelasnya. Ia memilih pemain tidak hanya berdasarkan bakat mentah, tetapi juga kepribadian dan komitmen mereka.
Gelandang Arsenal, Mikel Merino, mengingatkan bahwa laga pembuka tidak pernah mudah meski ekspektasi tinggi. "Kami harus berhati-hati. Kekuatan utama kami adalah kepercayaan diri. Kami memiliki skuad yang luar biasa, yang membuat perbedaan besar di turnamen seperti ini," kata Merino. Sementara itu, winger Atletico Madrid, Alex Baena, justru menikmati status favorit. "Semua orang suka menjadi favorit. Itu menunjukkan kami memiliki tim yang hebat. Piala Dunia adalah momen terbaik setiap pemain sepak bola," ujarnya.
Konsep 'keluarga' yang diusung De la Fuente bukan sekadar retorika. Ia telah membangun kedekatan dengan para pemain sejak mereka masih junior. "Keluarga adalah tentang kebersamaan, dukungan, kedekatan, dan melakukan lebih dari yang diminta. Kami menghabiskan lebih banyak waktu bersama daripada dengan keluarga masing-masing," ungkapnya. Filosofi ini terbukti berhasil saat Euro 2024 dan diharapkan kembali menjadi fondasi kokoh di Piala Dunia.
Bagi publik Indonesia, perjalanan Spanyol menarik untuk diikuti karena gaya bermain atraktif yang kerap menjadi inspirasi. Selain itu, keberadaan pemain keturunan atau diaspora Indonesia di sepak bola Eropa juga membuat turnamen ini semakin relevan. Pertanyaan besarnya: mampukah 'La Familia' melewati tujuh laga berikutnya dan berkumpul di New York pada 19 Juli untuk pesta terbesar?



