Peta Jalan Grup A Piala Dunia 2026: Siapa Lolos, Siapa Tersingkir?
Baca dalam 60 detik
- Tuan rumah bersama Meksiko bisa memastikan status juara Grup A pada 18 Juni jika mengalahkan Korea Selatan dan Ceko gagal menang atas Afrika Selatan.
- Korea Selatan, yang menang atas Ceko di laga perdana, berpeluang besar lolos sebagai pemuncak grup bila menekuk Meksiko dan Afrika Selatan tidak mengalahkan Ceko.
- Afrika Selatan dan Ceko terancam eliminasi dini jika hasil pertandingan kedua tidak berpihak, sementara Grup B masih terbuka lebar setelah dua laga berakhir imbang.
Jelang putaran kedua babak grup Piala Dunia 2026, peta persaingan di Grup A mulai menemui titik terang. Tuan rumah bersama Meksiko, yang saat ini memuncaki klasemen, hanya butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan diri melaju ke babak 32 besar sebagai juara grup. Namun, skenario itu tidak sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri.
Meksiko akan lolos pada 18 Juni sebagai pemuncak Grup A apabila mampu mengalahkan Korea Selatan dan pada saat bersamaan Ceko tidak menang atas Afrika Selatan. Jika kedua syarat itu terpenuhi, El Tri akan menghadapi tim peringkat ketiga dari Grup C, E, F, H, atau I di babak 32 besar yang digelar di Mexico City pada 30 Juni. Skenario ini menjadi peluang emas bagi Meksiko untuk memanfaatkan status tuan rumah dan dukungan publik sendiri.
Di sisi lain, Korea Selatan yang sukses mengalahkan Ceko di laga perdana juga memiliki kans besar menjadi juara grup. Tim asuhan Hong Myungbo akan memastikan posisi puncak jika mereka menekuk Meksiko dan Afrika Selatan gagal mengalahkan Ceko. Dengan modal tiga poin, Korea Selatan tampil percaya diri dan siap merebut takhta grup dari tangan tuan rumah.
Nasib berbeda dialami Afrika Selatan dan Ceko. Afrika Selatan yang kalah dari Meksiko di laga pembuka berada di ambang eliminasi. Mereka akan tersingkir jika kalah dari Ceko, sementara Korea Selatan setidaknya bermain imbang melawan Meksiko. Sementara itu, Ceko yang diasuh pelatih veteran Miroslav Koubek juga terancam pulang lebih awal jika kalah dari Afrika Selatan dan Meksiko tidak terkalahkan oleh Korea Selatan. Kedua tim sama-sama mengantongi nol poin dan wajib menang di laga kedua untuk menjaga asa.
Sementara itu, persaingan di Grup B masih sangat terbuka. Kanada bermain imbang 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina, sementara Qatar dan Swiss juga berbagai angka dengan skor sama. Hasil tersebut membuat keempat tim belum ada yang bisa memastikan diri lolos atau tersingkir di pertandingan kedua. Setiap tim masih berpeluang mengumpulkan poin maksimal dari dua laga tersisa. Minimal empat poin dari dua pertandingan berikutnya sudah cukup untuk menjamin tiket ke babak 32 besar, baik sebagai juara grup maupun runner-up.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan Grup A dan B ini menarik dicermati karena dapat memengaruhi potensi pertemuan tim Asia di fase gugur. Korea Selatan, sebagai wakil Asia, memiliki peluang besar untuk lolos dan mungkin berhadapan dengan tim-tim kuat Eropa atau Amerika. Jika Korea Selatan mampu menjadi juara grup, mereka akan menghindari tim-tim unggulan di babak 32 besar dan membuka jalan lebih mulus. Sebaliknya, jika hanya menjadi runner-up, lawan yang dihadapi bisa lebih berat. Situasi ini mengingatkan pada perjuangan timnas Indonesia yang juga bermimpi suatu hari tampil di panggung Piala Dunia.
Informasi lebih lanjut mengenai Grup C hingga L akan diumumkan setelah semua tim di grup tersebut memainkan satu pertandingan. Dengan format baru 48 tim dan 16 grup, Piala Dunia 2026 menjanjikan kejutan dan drama hingga menit akhir. Pertanyaannya, akankah ada tim non-unggulan yang mampu menembus babak gugur dan menciptakan sejarah baru?



