Jerman Pesta Gol 7-1 ke Gawang Curaçao di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Timnas Jerman membuka kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 7-1 atas Curaçao di Houston Stadium, menandai kembalinya kiper veteran Manuel Neuer.
- Gol cepat Felix Nmecha pada menit keenam menjadi pembuka, namun Curaçao sempat menyamakan kedudukan sebelum Jerman mengamuk dengan enam gol tambahan.
- Kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad Jerman di bawah Julian Nagelsmann, dengan tiga pemain mencetak gol perdana mereka di Piala Dunia.

Timnas Jerman memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan cara yang tak terbantahkan: menghancurkan Curaçao 7-1 di Houston Stadium, Texas, dalam laga Grup E yang berlangsung satu arah. Kemenangan ini tidak hanya menegaskan status Jerman sebagai salah satu favorit turnamen, tetapi juga menjadi panggung bagi kebangkitan sejumlah pemain kunci.
Pertandingan baru berjalan enam menit ketika Felix Nmecha membuka keunggulan melalui kerja sama apik dengan Florian Wirtz. Tendangan first-time dari tepi kotak penalti itu menjadi gol tercepat Jerman di Piala Dunia sejak 2010. Namun, kejutan datang pada menit ke-21. Kesalahan sapuan Nico Schlotterbeck dimanfaatkan Livano Comenencia, yang tembakannya mengenai kaki Joshua Kimmich dan mengelabui Manuel Neuer. Gol penyama itu menjadi tamparan bagi pertahanan Jerman yang sebelumnya mendominasi.
Setelah jeda hidrasi, Jerman kembali mengendalikan permainan. Schlotterbeck menebus kesalahannya dengan mencetak gol internasional pertamanya pada menit ke-38, memanfaatkan sepak pojok Nathaniel Brown. Tiga menit injury time babak pertama, Kai Havertz sukses mengeksekusi penalti setelah Nmecha dilanggar Riechedly Bazoer. Skor 3-1 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua menjadi panggung bagi pemain muda Jerman. Jamal Musiala mencetak gol Piala Dunia pertamanya dua menit setelah restart, memanfaatkan umpan terobosan Kimmich. Nathaniel Brown dan Deniz Undav, yang masuk sebagai pemain pengganti, masing-masing mencatatkan gol perdana mereka di Piala Dunia. Undav kemudian menutup pesta dengan assist kedua untuk gol kedua Havertz pada menit ke-88.
Kemenangan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pelatih Julian Nagelsmann. Keputusannya menurunkan Nathaniel Brown sebagai starter—dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-23—terbukti jitu. Brown tidak hanya memberikan assist, tetapi juga mencetak gol. Pergantian pemain di menit ke-73 yang memasukkan Antonio Rüdiger, Leon Goretzka, dan David Raum menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Jerman.
Bagi Curaçao, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga. Meski sempat menyamakan kedudukan, pertahanan mereka tak mampu membendung agresivitas Jerman sepanjang laga. Namun, gol Comenencia setidaknya menjadi catatan positif bahwa tim asuhan pelatih anyar itu mampu bersaing di level tertinggi.
Laga ini juga menarik perhatian penggemar sepak bola Indonesia. Dengan banyaknya pemain Jerman keturunan dan popularitas Bundesliga di Tanah Air, performa impresif pemain seperti Musiala dan Havertz menjadi tontonan yang dinantikan. Apakah Jerman mampu mempertahankan konsistensi ini hingga fase gugur? Ataukah Curaçao akan bangkit di laga berikutnya? Hanya waktu yang bisa menjawab.



