Piala Dunia 2026: Tiga Pelatih Italia, Nol Kemenangan di Laga Perdana
Baca dalam 60 detik
- Italia absen di Piala Dunia 2026 untuk ketiga kalinya berturut-turut, meninggalkan rasa pahit bagi penggemar.
- Carlo Ancelotti (Brasil) dan Vincenzo Montella (Turki) gagal meraih kemenangan di laga perdana mereka.
- Fabio Cannavaro akan memimpin Uzbekistan pada debutnya melawan Kolombia, menjadi pelatih Italia ketiga di turnamen.

Piala Dunia 2026 yang baru saja memulai babak penyisihan grup menyisakan kepahitan tersendiri bagi publik Italia. Tim nasional Italia kembali absen untuk ketiga kalinya secara beruntun, sementara dua pelatih asal Italia yang menukangi tim lainโCarlo Ancelotti bersama Brasil dan Vincenzo Montella bersama Turkiโgagal memetik kemenangan di laga perdana mereka.
Seandainya lolos, Italia seharusnya berada di Grup B bersama Kanada, Bosnia dan Herzegovina, Swiss, serta Qatar. Namun, kenyataan pahit harus diterima: La Nazionale tidak ada di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Kegagalan ini menjadi pukulan berat bagi sepak bola Italia yang pernah berjaya dengan empat gelar juara dunia.
Ancelotti, yang kini menangani Brasil, harus puas bermain imbang 1-1 melawan Maroko. Pelatih asal Italia itu menilai anak asuhnya tampil terlalu "gelisah" di lapangan. Sementara itu, Montella mengalami kekalahan mengejutkan 0-2 dari Australia. Turki sebenarnya diperkuat pemain-pemain berkualitas seperti Zeki Celik dan Hakan Calhanoglu, namun Juventus bintang muda Kenan Yildiz baru dimasukkan di babak kedua karena kondisi fisik yang belum prima.
Meski start kurang mulus, baik Ancelotti maupun Montella masih memiliki peluang untuk bangkit. Format baru Piala Dunia 2026 memungkinkan delapan tim peringkat ketiga terbaik lolos ke babak berikutnya, bersama juara grup dan runner-up. Ini memberi ruang bagi kedua pelatih untuk memperbaiki posisi di sisa pertandingan grup.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, Piala Dunia 2026 tetap menarik untuk diikuti, terutama dengan kehadiran tiga pelatih Italia yang membawa gaya taktik khas Eropa ke tim-tim non-unggulan. Keberhasilan atau kegagalan mereka bisa menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan sepak bola nasional, yang saat ini tengah giat membangun infrastruktur dan kompetisi.
Pertanyaan besarnya: akankah Ancelotti dan Montella mampu membalikkan keadaan, atau justru Cannavaro yang akan mencuri perhatian dengan kejutan bersama Uzbekistan? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.



