Jerman Incar Kemenangan Perdana Piala Dunia Setelah 12 Tahun: Ujian Berat Lawan Kuraçao
Baca dalam 60 detik
- Jerman belum pernah menang di laga pembuka Piala Dunia sejak 2014, dan kini berhadapan dengan debutan Kuraçao di Houston.
- Pelatih Julian Nagelsmann mewaspadai bahaya lawan yang tanpa beban, sambil memainkan Jamal Musiala yang belum pulih 100%.
- Kemenangan meyakinkan akan jadi modal penting, namun kegagalan bisa mengulang mimpi buruk dua edisi sebelumnya.
Empat kali juara dunia, Jerman, mengincar kemenangan perdana di laga pembuka Piala Dunia dalam 12 tahun terakhir saat berjumpa debutan Kuraçao di Stadion NRG, Houston, dalam lanjutan Grup E Piala Dunia 2026. Tim besutan Julian Nagelsmann tak hanya mengejar tiga poin, tetapi juga ingin memutus rentetan hasil buruk di partai pertama yang berujung pada kegagalan di fase grup pada 2018 dan 2022.
Sejak mengalahkan Portugal 4-0 pada edisi 2014, Jerman selalu tersandung di laga pembuka. Kekalahan 1-0 dari Meksiko di Rusia dan 2-1 dari Jepang di Qatar membuat mereka pulang lebih awal. Nagelsmann sadar betul bahwa tekanan mental menghadapi laga pertama sangat besar, apalagi melawan tim yang tidak diunggulkan. Ia menganalogikan situasi ini seperti partai pertama Piala DFB, di mana raksasa sering terjebak oleh perlawanan tim kecil.
Di sisi lain, Kuraçao datang tanpa beban. Pelatih Dick Advocaat, yang pernah menukangi timnas Belanda, justru melihat ini sebagai kesempatan emas. “Kami tidak punya tekanan,” ujarnya. Dengan skuad yang mayoritas berlatarbelakang pendidikan sepak bola Belanda, mereka diyakini bakal tampil disiplin dan berbahaya dalam serangan balik. Kapten Leandro Bacuna menegaskan identitas unik timnya: bermain gembira namun tetap garang saat peluit berbunyi.
Nagelsmann sudah mengumumkan beberapa nama starter. Manuel Neuer, yang sempat cedera betis, akan menjadi kiper utama dan mencatat penampilan ke-125 bersama timnas. Sementara itu, Nathaniel Brown dari Eintracht Frankfurt dipercaya mengisi pos bek kiri, mengungguli David Raum. Keputusan ini diambil untuk memberikan energi dan keberanian di sisi sayap, terutama saat Jerman mendominasi penguasaan bola.
Yang menarik perhatian adalah keputusan Nagelsmann memainkan Jamal Musiala. Gelandang serang Bayern Munich itu belum pulih total dari cedera serius, namun pelatih menilai ketajamannya hanya bisa kembali lewat menit bermain. “Dia butuh waktu bermain dan sudah membaik dari sesi latihan ke sesi latihan. Kami percaya penuh padanya,” ujar Nagelsmann. Kemampuan Musiala menembus pertahanan rapat dan kerja samanya dengan Florian Wirtz akan menjadi kunci membongkar pertahanan Kuraçao yang diperkirakan bertahan dalam.
Dari segi taktik, Jerman dituntut sabar. Kuraçao tidak akan memberi ruang nyaman, mereka akan bertahan kompak dan melancarkan serangan balik cepat. Nagelsmann memperingatkan anak asuhnya bahwa lawan memiliki fisik kuat, kualitas teknis, dan didikan sepak bola Belanda yang merepotkan. “Mereka berbahaya karena tidak diunggulkan,” katanya.
Bagi Jerman, laga ini adalah ujian awal mental dan momentum. Kemenangan meyakinkan belum menjawab semua pertanyaan, namun bisa menjadi fondasi untuk tampil lebih stabil dan dewasa dibanding dua turnamen sebelumnya. Sebaliknya, jika kembali gagal, spekulasi akan kembali mencuat. Mampukah Nagelsmann memutus kutukan laga pembuka?



