Bangladesh Taklukkan Belanda di Laga Pembuka Piala Dunia T20 Wanita
Baca dalam 60 detik
- Bangladesh menang tipis atas Belanda dengan enam wicket di Edgbaston, meski sempat kehilangan empat wicket cepat.
- Kapten Belanda Babette de Leede mencetak setengah abad, namun timnya terlalu bergantung padanya dan gagal mempertahankan momentum.
- Bangladesh akan menghadapi Australia, sementara Belanda berjumpa India pada laga berikutnya yang jauh lebih berat.

Bangladesh berhasil mengamankan kemenangan perdana mereka di ajang Piala Dunia T20 Wanita setelah menekuk Belanda dengan selisih enam wicket di Edgbaston, Selasa (4/10). Meski sempat terancam oleh kebangkitan tim lawan, Bangladesh akhirnya mampu melewati garis finis dengan tiga bola tersisa.
Dalam pertandingan Grup 1 tersebut, Bangladesh yang baru pertama kali bertanding di Inggris menunjukkan permainan agresif sejak awal. Pasangan pembuka Juairiya Ferdous dan Dilara Akter Dola sukses membangun kerja sama 67 run untuk wicket pertama. Ferdous tampil gemilang dengan 50 run dari 33 bola, menjadi fondasi utama dalam pengejaran target 140 run.
Namun, Belanda tidak menyerah begitu saja. Saat skor Bangladesh mencapai 85-4 setelah kehilangan Ferdous dan kapten Nigar Sultana Joty secara beruntun, peluang Belanda untuk mencuri kemenangan terbuka lebar. Spinner Caroline de Lange, yang rela meninggalkan profesi dokter untuk tampil di turnamen ini, menjadi bintang dengan 2-27, termasuk memulangkan Ferdous dan Joty tanpa angka.
Ketika tekanan meningkat, Bangladesh justru menemukan pahlawan di lini tengah. Shorna Akter dan Sharmin Akter Supta membangun kemitraan kritis sebanyak 56 run untuk wicket kelima. Dengan hanya tiga run yang dibutuhkan di awal over terakhir, Shorna memukul boundary dari bola pertama untuk memastikan kemenangan. Sharmin finis tidak terkalahkan dengan 37 run.
Bagi Belanda, kekalahan ini terasa pahit mengingat mereka tampil di Piala Dunia T20 Wanita untuk pertama kalinya. Kapten Babette de Leede menjadi andalan dengan 50 run dari 45 bola, namun kontribusi pemain lain minim. Heather Siegers hanya mencetak 16 run, sementara Sterre Kalis yang berpengalaman di Yorkshire tersingkir cepat oleh Rabeya Khan dengan hanya empat run. Ketergantungan berlebihan pada De Leede menjadi kelemahan yang dieksploitasi Bangladesh.
Pertandingan ini juga menjadi sorotan karena Bangladesh untuk pertama kalinya bermain di Inggris. Meski sempat goyah, mereka berhasil menjaga fokus hingga akhir. Pelatih Bangladesh, dalam komentarnya, menekankan pentingnya kemenangan ini untuk membangun kepercayaan diri tim.
Laga selanjutnya akan menjadi ujian berat bagi kedua tim. Bangladesh akan berhadapan dengan Australia, juara bertahan, sementara Belanda harus meladeni India. Kedua lawan tersebut memiliki skuad yang lebih dalam dan pengalaman turnamen yang lebih kaya. Pertanyaannya, mampukah Bangladesh mempertahankan momentum setelah kemenangan tipis ini? Atau justru Belanda yang akan bangkit dan mengejutkan India?



