Proses Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Masuki Babak Baru: Sidang DPR Pekan Depan
Baca dalam 60 detik
- DPR dijadwalkan membahas pemberian status WNI bagi dua pemain keturunan, Luke Vickery dan Mitchell Baker, pada pekan depan.
- Keduanya merupakan gelombang pertama naturalisasi era pelatih John Herdman dan telah mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia.
- Jika disetujui, Vickery dan Baker akan memperkuat lini depan dan pertahanan Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026 dan kualifikasi Piala Dunia.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7336618/original/055797600_1780120424-20260530_105918.jpg)
Proses naturalisasi dua pemain keturunan, Luke Vickery dan Mitchell Baker, memasuki tahap krusial setelah Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, mengonfirmasi bahwa sidang di DPR akan digelar pada pekan depan. Langkah ini membawa Indonesia selangkah lebih dekat untuk menambah amunisi baru di skuad Garuda.
Vickery dan Baker telah mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia di Jakarta pada 26โ30 Mei 2026 dan turut berlatih dalam FIFA Matchday pada 31 Meiโ9 Juni 2026. Keduanya diproyeksikan untuk memperkuat tim dalam ajang Piala AFF 2026 serta kualifikasi Piala Dunia mendatang. Menurut Noor Korompot, dua pemain ini adalah kloter pertama naturalisasi di bawah kepelatihan John Herdman.
Luke Vickery, winger berusia 20 tahun yang bermain untuk Macarthur FC di Liga Australia, memiliki darah Indonesia dari neneknya yang lahir di Medan, Sumatera Utara. Musim ini, ia mencatatkan tujuh gol dan tiga assist dalam 30 pertandingan. Sementara Mitchell Baker, bek tengah setinggi 196 cm, lahir di Melbourne dan memiliki garis keturunan dari ibunya yang berasal dari Semarang dan Yogyakarta. Selama dua musim bersama Georgetown College di Amerika Serikat, Baker mengoleksi 18 gol dan tujuh assist dari 42 penampilan.
Kedua pemain diharapkan dapat mengisi celah di posisi sayap dan bek tengah yang selama ini menjadi perhatian pelatih. Kehadiran mereka juga menjadi sinyal keseriusan PSSI dalam memperkuat tim nasional melalui jalur naturalisasi, terutama menjelang kompetisi regional dan internasional.
Proses naturalisasi ini juga menjadi ujian bagi efektivitas koordinasi antara Kementerian Hukum, DPR, dan PSSI. Jika sidang berjalan lancar, Vickery dan Baker bisa segera memperkuat Timnas Indonesia dalam waktu dekat. Namun, masih ada pertanyaan mengenai adaptasi mereka dengan kultur sepak bola Indonesia dan persaingan dengan pemain lokal. Apakah langkah ini akan menjadi solusi jangka panjang atau sekadar tambalan sesaat?



