Liverpool Incar Bintang Muda Uzbekistan di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Liverpool memantau Abbosbek Fayzullaev, pemain sayap Uzbekistan berusia 22 tahun, setelah penampilannya di Piala Dunia 2026.
- Klub asal Inggris itu mencari pengganti Mohamed Salah yang hengkang dan menambah kedalaman skuad di bawah pelatih baru Andoni Iraola.
- Transfer potensial ini bisa terwujud setelah Piala Dunia, dengan Uzbekistan menghadapi Kolombia, Portugal, dan DR Congo di fase grup.

Liverpool dikabarkan serius memburu pemain sayap muda asal Uzbekistan, Abbosbek Fayzullaev, setelah pemantauan langsung yang dilakukan oleh tim pencari bakat klub selama setahun terakhir. Pemain berusia 22 tahun yang kini memperkuat Istanbul Basaksehir itu menjadi sorotan utama The Reds di tengah persiapan mereka menghadapi musim depan.
Menurut laporan dari Uzbekistan yang dikutip TeamTalk, para pemandu bakat Liverpool terkesan dengan performa Fayzullaev setelah beberapa kali melakukan pengecekan langsung. Ketertarikan ini muncul saat Liverpool tengah bersiap merombak lini serang mereka. Kepergian Mohamed Salah yang sudah di depan mata, ditambah cedera panjang Hugo Ekitike, membuat klub asal Merseyside itu membutuhkan tambahan amunisi di sektor depan.
Pelatih anyar Liverpool, Andoni Iraola, yang akan menggantikan Arne Slot, disebut ingin menghindari masalah yang sama seperti musim lalu: kurangnya intensitas dalam menyerang. Oleh karena itu, perekrutan pemain seperti Fayzullaev dianggap sebagai langkah strategis untuk menambah variasi dan kedalaman skuad.
Fayzullaev bukan satu-satunya target Liverpool di bursa transfer musim panas ini. Sebelumnya, nama-nama seperti Yan Diomande dan Bradley Barcola juga dikaitkan dengan Anfield. Namun, kehadiran Fayzullaev di Piala Dunia 2026 memberikan kesempatan bagi Liverpool untuk melihat langsung aksinya di panggung terbesar. Uzbekistan akan memulai petualangan mereka dengan menghadapi Kolombia pada laga perdana, dan Fayzullaev diperkirakan menjadi motor serangan utama tim Asia Tengah itu.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, ketertarikan Liverpool pada pemain dari Asia Tengah ini menunjukkan bahwa talenta Asia semakin dilirik oleh klub-klub Eropa. Hal ini bisa menjadi angin segar bagi pesepakbola Indonesia yang bermimpi menembus liga top Eropa, mengingat standar scouting yang semakin global.
Meski demikian, Liverpool kemungkinan harus bersabar hingga Piala Dunia usai sebelum melancarkan tawaran resmi. Uzbekistan tergabung dalam grup berat bersama Portugal, Kolombia, dan DR Congo, sehingga peluang mereka untuk lolos ke fase gugur masih tipis. Namun, jika Fayzullaev mampu tampil gemilang, banderolnya bisa meroket. Pertanyaannya, akankah Liverpool bergerak cepat atau justru kehilangan kesempatan?



