Irvan Mofu Pamit dari PSS Sleman: Supersub Berjasa di Balik Tiket Promosi
Baca dalam 60 detik
- Irvan Mofu secara resmi meninggalkan PSS Sleman setelah satu musim, mengumumkan perpisahan melalui Instagram.
- Meski hanya tampil 240 menit dalam 12 laga, pemain 31 tahun itu mencetak empat gol krusial yang menyelamatkan delapan poin bagi tim.
- Kepergiannya menandai awal perombakan skuad Super Elja jelang debut di kasta tertinggi Liga Indonesia musim 2026/2027.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275781/original/044615900_1751914648-PSS.jpg)
Penyerang PSS Sleman, Irvan Mofu, memutuskan hengkang setelah hanya semusim membela tim berjuluk Super Elja. Pemain berusia 31 tahun itu menyampaikan salam perpisahan melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (13/6/2026), mengakhiri kebersamaan singkat yang diwarnai kontribusi gemilang sebagai pemain pengganti.
Irvan Mofu menjadi bagian penting dalam perjalanan PSS Sleman meraih tiket promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia musim depan. Tim asal Yogyakarta itu finis sebagai runner-up Pegadaian Championship 2025/2026, dan Irvan menjadi salah satu aktor di balik sukses tersebut. Meski tidak selalu menjadi pilihan utama, catatan golnya dari bangku cadangan membuatnya layak disebut sebagai supersub.
Sepanjang musim 2025/2026, Irvan tampil dalam 12 pertandingan dengan total waktu bermain hanya 240 menit. Namun, ia mampu mengemas empat gol, sebagian besar lahir di momen-momen kritis. Tanpa kontribusinya, PSS berpotensi kehilangan delapan poin penting selama fase penyisihan grup. Gol-gol itu datang saat melawan Barito Putera, Persiku Kudus, Persela Lamongan, dan Deltras FC.
Manajemen PSS Sleman hingga kini belum mengumumkan secara resmi daftar pemain yang dipertahankan maupun dilepas untuk musim depan. Namun, pamitnya Irvan menjadi indikasi awal bahwa akan ada perubahan komposisi skuad. Langkah ini wajar mengingat PSS akan menghadapi kompetisi level tertinggi yang membutuhkan kekuatan lebih merata.
Irvan mengaku memiliki banyak kenangan indah selama di Sleman. Dalam pernyataannya, ia merasa nyaman dengan lingkungan tim yang kondusif, dukungan staf pelatih, manajemen, serta suporter setia BCS dan Slemania. "Saya senang di PSS, tim bagus, staf pelatih, manajemen juga bagus. Saya berterima kasih sama PSS karena banyak juga membantu dalam karier saya," ujarnya kepada Bola.com, Minggu (14/6/2026).
Eks pemain PSIM Yogyakarta itu menilai keberhasilan membantu PSS promosi menjadi pencapaian penting yang berdampak positif bagi perjalanan kariernya ke depan. "Saya membantu bawa promosi PSS juga kan baik buat karier saya ke depan. Intinya terima kasih banyak PSS dan tentunya BCS dan Slemania. Tidak lupa juga buat warga Sleman yang selalu support dan mencintai saya," tambahnya.
Dari sekian banyak momen, Irvan menyebut gol dramatis ke gawang Persiku Kudus pada menit 90'+8 sebagai kenangan paling membekas. Laga yang dimainkan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, itu disaksikan suporter penuh. "Momen sangat banyak tapi yang paling berkesan gol menit-menit akhir saya lawan Kudus. Menurut saya paling berkesan apalagi kan saat itu main di Maguwoharjo dengan full suporter. Terima kasih semua, saya izin pamit," ucapnya.
Kepergian Irvan Mofu membuka tanda tanya besar: akankah PSS Sleman mampu mempertahankan daya gedor mereka di kasta tertinggi tanpa seorang supersub andal? Atau justru ini menjadi awal dari transformasi skuad yang lebih kompetitif? Publik sepak bola Indonesia, khususnya warga Sleman, akan menanti langkah selanjutnya dari manajemen Super Elja.



